Halal Bihalal Bareng Presiden, Belasan Ribu Relawan Penuhi Senayan

Konferensi Pers yang diadakan Forum Relawan Jokowi (FRJ) untuk acara Halal bihalal bersama Presiden Jokowi yang akan dilaksanakan Rabu (26/6) di Senayan, Jakarta. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Konferensi Pers yang diadakan Forum Relawan Jokowi (FRJ) untuk acara Halal bihalal bersama Presiden Jokowi yang akan dilaksanakan Rabu (26/6) di Senayan, Jakarta. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Belasan ribu relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Jokowi (FRJ) bakal kembali berkumpul. Kali ini dalam acara Halal bi halal bersama Presiden Joko Widodo yang akan diselenggarakan pada Rabu (26/6) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

FRJ terdiri dari organ-organ pendukung Jokowi-KH Maruf Amin dalam pilpres 2019 diantaranya Seknas Jokowi, Projo, Bara JP, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Joman, Almishbat, Duta Jokowi, Solmet Jokowi, KAPT, MAPPAN, JPKP, KIB Jokowi, RPJB Jokowi, Sekber Jokowi, KSBSI dan ratusan organ relawan Jokowi lainnya.

Berita Terkait : Relawan Jokowi Fokus Kegiatan Kemanusiaan

Ketua panitia Halal bi halal Andi Gani Nena Wea mengatakan, momen ini harus dijadikan sebagai upaya penyatuan bangsa kembali. Karena, ajang silaturahmi menjadi penting guna menata kehidupan bernegara ke depan.

"Presiden Jokowi memastikan akan hadir dalam acara Halal bi halal yang seharusnya berangkat ke Jepang tapi menyempatkan hadir ke Halal bi halal dulu bersama para relawan," ujarnya dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (24/6).

Baca Juga : PLN Siapkan SPKLU Di Surabaya

Andi yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini juga meminta kepada semua pihak untuk menyerahkan penyelesaian sengket Pilpres kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan mematuhinya, maka FRJ tidak akan mengerahkan massa dalam menghadapi putusan MK yang akan disampaikan pada Kamis (27/6).

Baca Juga : Van Dijk Tak Butuh Rekor

"Semua pihak diharapkan bersama-sama menghargai mekanisme hukum. Sehingga jangan lagi mengerahkan massa ke MK. Kalau ada yang tidak konsisten akan mengundang sikap yang tak produktif," jelasnya.

Selain itu, Andi juga meminta semua pihak kembali bersatu sebagai satu bangsa. "Julukan yang cenderung merendahkan seperti cebong dan kampret segera bisa diakhiri. Tak ada lagi 01 dan 02 yang ada hanya 03 yaitu Persatuan Indonesia," tuturnya. [KPJ]