Rekonsiliasi Bung! Bukan Nego-nego

Klik untuk perbesar
Jokowi (kedua kiri) dan Prabowo Subianto (kedua kanan) saat acara Debat Capres Jilid 4 di Hotel Shangri La, Jakarta, 30 Maret 2019. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rekonsiliasi antara pemenang dan yang kalah, antara Jokowi dan Prabowo tak boleh dibumbui nego-nego busuk. Rekonsiliasi harus betul-betul murni demi mempersatukan kembali para pendukung yang terbelah. Rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo hampir terwujud.

Rencananya, bulan ini keduanya akan bertemu. Hanya saja, kubu 02 banyak maunya. Mereka meminta ini, meminta itu. Salah satu yang menyeruak, kubu 02 akan membicarakan pemulangan pentolan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang saat ini berada di Arab Saudi. Permintaan pemulangan Rizieq disampaikan mantan Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, lewat cuitan di Twitter, Jumat (5/7).

Berita Terkait : Jokowi Ingatkan Lagi Pengusaha Terkait Resesi Ekonomi Global

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan ke pada Habib Rizieq kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan,” cuitnya di @ Dahnilanzar.

“Kita bangun toleransi yang otentik, stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dan lain-lain,” imbuhnya.

Berita Terkait : Revisi UU KPK, Maunya DPR Beda Dengan Presiden

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade mengungkapkan bahwa pertemuan Prabowo dan Jokowi nantinya akan membicarakan soal ratusan pendukung 02 yang terjerat masalah hukum. Termasuk juga Rizieq.

“Iya. Intinya, pokoknya semua pendukung yang tersangkut masalah hukum termasuk ulama semua akan dibicarakan,” ujar Andre, saat dikontak Rakyat Merdeka, Rabu (3/7).

Berita Terkait : Mahathir Setirin Jokowi Menuju Lokasi Makan Siang

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, juga pernah mengemukakan bahwa pemulangan Rizieq menjadi salah satu poin penting yang perlu dibahas, jika ingin ada rekonsiliasi antara Jokowi- Prabowo.

Menurutnya, rekonsiliasi bukan hanya membahas soal politik pragmatis semisal koalisi atau bagi-bagi kursi menteri. Melainkan perlu juga dibahas terkait hal-hal prinsipil. Salah satunya, isu penegakan hukum di Indonesia. “Termasuk mencari solusi terbaik untuk kepulangan Habib Rizieq. Karena sebenarnya itu nggak ada masalah hukum. Tetapi, saat beliau sudah mau pulang, itu dicekal. Infonya yang saya dapat seperti itu. Jadi, jangan dilupakan juga yang seperti itu,” tuturnya, akhir bulan lalu.
 Selanjutnya