Pidato Jokowi Di Visi Indonesia, Yunarto: Lebih Berani

Klik untuk perbesar
Jokowi pada saat ikut memcakan Ikrar Bangsa Indonesia. [Foro: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, pidato presiden terpilih Jokowi  bertajuk Visi Indonesia menunjukkan penegasan atas kerja tanpa beban yang selama ini dijalaninya. "Jelas bahwa Presiden Jokowi akan mengambil sikap lebih berani dan sikap lebih tegas dalam periode keduanya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/7).

Menurutnya, penegasan sikap Jokowi ditunjukan pada penggunaan kalimat atau diksi yang diucapkannya. Beberapa kali dalam pidatonya, Jokowi menggunakan kata hajar, hapus dan hilangkan.

Berita Terkait : Tes Mobil Esemka, Jokowi Disopiri Menperin

"Dengan penggunaan diksi yang digunakan tadi. Menurut saya masa konsolidasi sudah selesai, sekarang bicara mengenai bekerja dengan sikap yang lebih tanpa beban," ujarnya.


Yunarto menjelaskan, dalam pidatonya, Jokowi secara gamblang menujukan pesannya kepada seluruh elemen masyarakat yang menunjukkan visinya bukan lagi untuk berkompromi melainkan untuk bekerja dan akan berani mengambil tindakan tegas.

Berita Terkait : Gerai Produk Indonesia Pamer 150 Barang Favorit Warga Korea Utara

Selain itu, Yunarto mengapresiasi adanya Ikrar Bangsa Indonesia yang menunjukan adanya bentuk persatuan. Ikrar Bangsa Indonesia dibacakan langsung Ketua Dewan Pengarah Visi Indonesia Andi Gani Nena Wea. Ditunjuknya Andi memang tak asing, dirinya di kenal sebagai loyalis Jokowi sejak Pilgub DKI sampai Pilpres 2019.

Saat membacakan Ikrar Bangsa Indonesia yang di ikuti seluruh hadirin, Andi Gani mengenakan pakaian adat Nagekeo dari NTT dan didampingi pimpinan-pimpinan relawan yang mengenakan baju adat dari seluruh wilayah Indonesia.

Berita Terkait : Gandeng Fiber Media Indonesia, Kerja Link Net Lebih Efisien

"Ikrar Bangsa Indonesia menekankan Persatuan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika menjadi perekat utama bangsa Indonesia," ujarnya. [KPJ]