Disuguhi Nasi Liwet

Prabowo Dikompori Rachma jadi Oposisi

Klik untuk perbesar
Prabowo saat bertemu Rachmawati (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto lanjutkan safari politik setelah kalah pilpres. Tuntas dengan Megawati Soekarnoputri dan disuguhi nasi goreng, kemarin, dia menyambangi Rachmawati Soekarnoputri. Di rumah adiknya Mega ini, Prabowo disuguhi nasi liwet. Oleh Rachma, Prabowo dikompori lebih baik oposisi ketimbang masuk gerbong Jokowi. Apakah eks Danjen Kopassus itu mau mendengar nasihat Rachma?  

Prabowo tiba di rumah Rachma sekitar pukul 16.25 WIB. Tampil dengan setelan baju safari cokelat berpadu celana biru, Prabowo turun dari mobil Alphard warna putih dengan nomor polisi B 108 PSD. Dia disambut Rachma yang mengenakan pakaian serba hitam. 

Pertemuan berlangsung tertutup bagi awak media. Hampir dua jam keduanya di dalam. Prabowo dan Rachma baru nongol kembali di hadapan awak media, yang menunggu di luar. Kepada wartawan, Rachma mula-mula membocorkan menu makanan yang disajikan kepada Prabowo.

"Yang penting ini bukan nasi goreng ya. Nasi liwet," kata Rachma.

Berita Terkait : Datangi Kediaman Habibie, Prabowo Ucapkan Bela Sungkawa

Sementara Prabowo memilih berkelakar ketika ditanya apa saja yang dibahas keduanya dalam pertemuan kali ini. "Bahas tambah berat badan, ini habis makan," candanya.

"Beliau kan Dewan Pembina Partai Gerindra, Wakil Ketua Umum ya. Kita bahas masalah-masalah yang menarik saja," sambung Prabowo, lalu ketawa.


Tak puas, wartawan kembali memberondongnya dengan pertanyaan yang lebih spesifik: mengenai sikap politik partai dibahas? Prabowo langsung "ngacir". "Makasih ya, terima kasih ya," ucap Prabowo, lalu menaiki mobilnya.

Ketika Prabowo berlalu, "corong" wartawan beralih ke Rachma. Dia mengatakan, pertemuan itu membahas tentang ideologi. Tentang kepentingan bangsa dan negara ke depan.

Berita Terkait : Prabowo dan Mega Sejalan Tak Searah

Sementara bocoran hasil pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi, termasuk pertemuan Prabowo dengan Mega sudah jauh hari diberitahukan kepadanya. Sekilas, Rachma membeberkan. Dalam pertemuan itu, Prabowo dalam kapasitas orang yang diundang. Dia hanya bicara hal-hal ringan saja.

Rachma juga mengaku obrolan dengan Prabowo belum menyinggung kemana arah partai pasca-pilpres. Koalisi atau oposisi.  Tapi secara pribadi, Rachma berpandangan Gerindra lebih baik berada di luar pemerintahan. "Kalau saya nih ya... Enggak tau nanti pak Prabowo," kata Rachma.

Soal sikap partai: oposisi atau koalisi, Rachma lebih memilih frasa critical cooperation. Sebab, menurutnya oposisi tidak ada dalam sistim demokrasi yang dianut Bung Karno. "Tapi kita sebagai bagian yang menjadi critical cooperation, karena kita berada di dalam gitu loh. Cuma kita mempunyai satu visi-misi yang mungkin yang sekarang ini berbeda . Nah ini harus kita luruskan," tukas Rachma.

Melihat kondisi saat ini, Rachma secara gamblang menyarankan lebih baik partainya berada di luar pemerintahan. "Kalau dilihat posisioning visi misi, memang ada baiknya kita harus berada di luar sistem sekarang. Karena sulit sekali memadukan itu," tegas Rachma.

Berita Terkait : Kasihan, Posisi Prabowo Cuma Jadi Bahan Tebakan

Sebagai orang yang dipercaya Prabowo menangani bidang ideologi, Rachma mengaku dari awal tetap komit dengan visi misi Gerindra. Di mana dalam anggaran dasar mengamanatkan ajaran Trisaksi Bung Karno. "Sekarang ini, melihat sistim yang berlangsung adalah antitesa," tutur Rachma.


"Ini yang sedang kita pikirkan bagaimana baiknya bangsa ke depan. Jadi bukan masalah kekuasaan, masalah jabatan bukan ke situ," lanjutnya. [SAR]