Makan Siang di Istana, Orang Gerindra Gak Ada Malu-malunya

Klik untuk perbesar
Waketum Gerindra Arief Poyuono. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Saat masa kampanye Pilpres lalu, Waketum Gerindra, Arief Poyuono, sangat gencar menyerang Jokowi. Tapi kini, dia terus berusaha merapat ke Istana.

Kemarin misalnya, tanpa malu-malu dia datang ke Istana untuk makan siang bareng dengan Kepala Kantor Staf Presi den (KSP), Moeldoko. Arief tiba di Kompleks Istana tepat pukul 12 siang.

Politikus yang suka nyeleneh ini, datang menumpang mobil Kijang Innova hitam. Setelannya setengah santai. Batik cokelat lengan pendek, peci hitam, dan celana jins warna biru. Seperti yang lainnya, Arief mengisi buku daftar tamu sebelum masuk lingkungan Istana.

Kedatangan Arief di Kompleks Istana cukup mengagetkan awak media yang bertugas. Ada apa tiba-tiba anak buah Prabowo datang ke Istana?

“Makan siang aja,” kata Arief kepada wartawan, sambil bergegas menuju ke Kantor KSP, di Gedung Bina Graha. Saat dicecar, Arief memilih diam.

Berita Terkait : Elite Gerindra Minta BPN-TKN Tak Berkomentar

“Setelah pertemuan saja,” ucapnya. Pukul 12.45, Arief keluar dari balik pintu Gedung Bina Graha. Wajahnya semringah, senyumnya melebar. Para wartawan yang melihatnya langsung memberondong dengan sejum lah pertanyaan.

Bahas apa? Apa membahas soal koalisi? Arief bilang, tidak ada pembicaraan soal koalisi. Menurut Arief, Moeldoko adalah sahabat lamanya. Moeldoko mengundangnya ke Istana untuk bertemu.

“Dia ngajak makan siang aja. Ada kok WA-nya. Lama nggak ketemu,” kata Arief. Dia bilang, posisinya dalam pertemuan itu sebagai pribadi. Bukan sebagai Waketum Gerindra. Apakah kedatangannya sebagai Ketum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, dan dipanggil ke Istana untuk membantu membenahi sektor ketenagakerjaan?


Arief kembali menjawab diplomatis. “Kita lihat lah apa yang terjadi. Yang penting, bangsa negara paling utama,” tegasnya Arief juga menepis dugaan bahwa Moeldoko menawarkan jabatan di KSP.

“Nggak ada (tawaran masuk KSP). Makan siang aja, makan urap, tahu, dan tempe bacem,” ucapnya, sambil bergegas pergi meninggalkan wartawan.

Berita Terkait : Gerindra Tolak Izin Konsesi BagiĀ 7 Juta Rakyat

Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa kedatangan Arief ke Istana inisiatif pribadi. Bukan sebagai utusan Prabowo.

Malah, Prabowo sama sekali tidak mengetahui rencana kunjungan tersebut. “Pak Prabowo tidak pernah mengutus siapa pun untuk bersila turahmi dengan pihak mana pun,” kata Dahnil, saat dikonfirmasi, kemarin.

Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman, menyebut bahwa kedatangan Arief sebagai silaturahmi biasa. Hanya untuk makan siang. Hanya saja makan siangnya di Istana. Karena itu, ia meminta kedatangan Arief itu tidak disalahartikan secara berlebihan.

“Saya sudah cek ke beliau, itu makan siang gratis. Jadi, salah itu idiom ‘tak ada ma kan siang gratis’,” kata Habiburokhman, berseloroh. Menurut Habiburokhman, sejak zaman Presiden SBY, Arief Poyuono memang biasa berkunjung ke Istana.

“Dulu bertemu Andi Arief. Kalau sekarang, yang ada ya Pak Moeldoko,” ungkapnya. Ia kembali meminta agar kedatangan Arief itu tak disalahartikan.

Berita Terkait : Kok Aneh, Waketum Gerindra Malah Nyalahin Jokowi

“Kalau Pak Arief nggak boleh makan siang kasihan sekali, nanti bisa kurus dia. Makan siang bersama itu kan bagus. Meredakan ketegangan pasca pemilu kemarin,” ucapnya.

Kedatangan Arief ini ternyata jadi gunjingan warganet. Mereka tak percaya, kalau Arief ke Istana hanya untuk makan siang gratis. Sejumlah netizen curiga, jangan-jangan Arief lagi nyari kursi kosong.


“Namanya juga usaha. Siapa tahu dapat jatah Komut di BU- MN,” kicau @joeAriesta. Pemilik akun @RullyOedaya menilai Arief sebagai politikus yang tebal muka alias tak tahu malu. Dengan pedenya makan siang di Istana tanpa arahan dari sang ketum. “Mending mundur daripada disingkirkan pelan- pelan,” cetusnya. [BCG]