Ki Manteb Wayangan Di Istana, Jokowi Disamakan Kresna

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi menerima wayang Kresna dari dalang Ki Manteb Sudarsono sebelum pertunjukan wayang kulit di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Wayangan ini menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Memperingati HUT Kemerdekaan tahun ini, Istana menanggap wayang kulit semalam suntuk, malam tadi. Dalangnya Ki Manteb Sudarsono. Lakon yang  dibawakan adalah Kresna Jumeneng Ratu atau  Kresna menjadi raja. Sejumlah politisi menyebut, ada alasan tersendiri Ki Manteb membawakan lakon ini. Jokowi sama dengan Kresna yang bijaksana.

Selepas salat magrib, halaman depan Istana Merdeka mulai ramai didatangi pengunjung yang  ingin menonton wayang. Acara wayangan ini memang dibuka untuk umum. Selain undangan, warga juga bisa ikut menonton dari dekat. Pengunjung yang hadir tampak antusias. Sebagian duduk di kursi yang disediakan, sebagian lagi duduk lesehan di atas rumput. Ada juga yang menonton dari jalan raya. Panitia menyiapkan dua layar besar untuk warga yang ingin menonton dari luar. Panitia juga menyediakan kudapan ringan, seperti rebusan ubi dan kacang serta wedang ronde.

Sekitar pukul 7.45  malam, Jokowi didampingi ibu  Iriana keluar dari istana dengan mengenakan jaket bomber. Sebelum duduk di kursi, Jokowi menyalami penonton lebih dulu. Acara lalu dibuka dengan sambutan Mensesneg, Pratikno. Selanjutnya, ada penampilan Edo Kondologit dan penyanyi campursari, Didi Kempot.

Berita Terkait : Hari Ini, Jokowi Resmikan Jalan Tol Terpanjang Trans Sumatera

Setelah penampilan Didi, Jokowi naik ke atas panggung. Di sana, ia memberikan cenderamata berupa wayang Kresna kepada Ki Manteb. Begitu juga sebaliknya. Ki Manteb memberikan cenderamata berupa wayang dengan tokoh Kresna kepada Jokowi. Jokowi tertawa saat menerima wayang tersebut. Ia lalu mengacungkan dan memainkan wayang tersebut. Hadirin menyambut dengan tepuk tangan. Jokowi kembali duduk di kursinya, sementara Ki Manteb duduk di depan kelir. Wayangan pun dimulai.

Kresna Jumeneng Ratu berkisah tentang Narayana yang ingin memiliki kerajaan sendiri. Narayana adalah nama kecil Kresna. Cerita dimulai saat saudara Narayana, Baladewa, diangkat menjadi raja di negeri kelahiran mereka, Mandura. Dari sini, niat Narayana muncul. Dia lalu pergi ke daerah Dwarawati. Di sana, Narayana mengalahkan Prabu Narasingha yang berwujud raksasa. Narayana merebut kekuasaan negara Dwarawati karena dulunya daerah itu direbut Narasingha dari tangan Prabu Basudewa, ayah Narayana. Setelah menjadi raja, Narayana pun mendapat gelar Sri Kresna.

Karakter Narayana dalam pewayangan merupakan seorang raja yang sangat sakti dan bijaksana. Kresna juga ahli stretegi. Seniornya, seperti Resi Bhisma dan Dharna, sebelum perang Bharatayuda pernah mengatakan bahwa satu-satunya tokoh yang mereka takuti di pihak Pandawa adalah Sri Kresna. Hal ini merupakan sebuah tanda dari generasi tua terhadap kehebatan generasi mudanya. Sri Kresna pantas ditakuti karena semua orang sadar bahwa dia adalah titisan dari Batara Wisnu. Dalam mitologi, Batara Wisnu ini bisa dikatakan sebagai utusan dari Batara Shiwa pimpinan para Dewa.

Berita Terkait : Demi Indonesia Maju, Jokowi Ajak Masyarakat Lebih Utamakan Kepentingan Bersama

Jokowi sempat ditanya kenapa lakon Kresna yang dipilih. Namun, Jokowi menjawab diplomatis. “Tanya Ki Manteb dong,” katanya.

Sementara itu, pengawat pewayangan, Sindung Tjahyadi, menyatakan ada persamaan antara Jokowi dan tokoh Kresna. Kata dia, dua-duanya ahli strategi. “Dalam strategi, Pak Jokowi juaranya,” kata Sindung, kemarin.

Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, ikut berkomentar. Kata dia, ada makna yang tersirat dalam lakon tersebut. Di antaranya, Jokowi ingin menunjukkan kepemimpinan yang tetap fokus pada kerja.

Berita Terkait : Mantan Menag KH Masjkur Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

“Kresna titisan Wisnu, dewa yang memelihara kehidupan, atau membangun. Pak Jokowi menunjukkan kepemimpinan yang mengajak untuk kerja, kerja, kerja, membangun Indonesia Raya,” kata Eva, kemarin.

Hal senada disampaikan politikus PDIP, Aria Bima. Kata dia, lakon tersebut merepresentasikan seorang raja yang bijaksana dalam memerintan negara. Selain itu, sosok Kresna merupakan raja yang biasa memecahkan masalah dengan akal sehat. “Raja menolak pendekatan kekuasaan yang otoriter. Hal tersebut tercermin dalam diri Kresna,” kata Aria, kemarin.

Menurut Aria, lakon Kresna Jumeneng Ratu memiliki makna di periode kedua, Jokowi bakal lebih mendengar aspirasi rakyat, memutuskan kebijakan dengan lugas dan demokratis demi kepentingan masyarakat. “Atau visioner partisipatif,” pungkasnya. [BCG]