Tak Diundang Ke Ijtima Ulama IV, Prabowo Tidak Mutung

Klik untuk perbesar
Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di hadapan umat muslim dalam acara Reuni Akbar Mujahid 212 di Lapangan Monas, Jakarta, 2 Desember tahun lalu. (Foto: Youtube)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, kelompok 212 akan menggelar Ijtima Ulama IV, di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Berbeda dengan gelaran-gelaran sebelumnya, dalam ijtima kali ini mereka tidak mengundang Prabowo Subianto. Apakah ini menandakan Prabowo sudah dicampakkan?

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, beralasan, dalam ijtima kali ini, pihaknya memfokuskan hanya untuk ulama. "Kalau tokoh politik, satu pun enggak diundang," kata Novel, kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Dalam media-media online, Novel sempat menyatakan sudah putus hubungan dengan Prabowo. Namun, saat ditegaskan, dia enggan mengulangi pernyataan itu. Dia beralasan, komentar tersebut bukan mengatasnamakan PA 212. "Itu sikap pribadi saya," ucapnya.

Secara pribadi, tambahnya, Prabowo sudah tak sejalan dengan PA 212. Demikian juga dengan Amien Rais. Novel keberatan dengan sikap Amien yang mulai bicara porsi 55:45 di pemerintahan, sebagai salah satu syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019.

"Amien Rais, kalau enggak sejalan dengan kami, enggak bisa bersama lagi. Kan dia partai. PA 212 sebagian besar itu oposisi," tegas Novel.

Berita Terkait : China dan Korea Mulai Bidik Program Satu Juta Rumah

Namun demikian, didepak atau tidaknya Amien dari posisi Ketua Penasehat PA 212 diserahkan sepenuhnya kepada hasil keputusan Ijtima Ulama IV. Begitu pun dengan Prabowo dan tokoh-tokoh politik lainnya.

Politisi Gerindra, Andre Rosiade, membenarkan Prabowo tidak diundang dalam gelaran Ijtima Ulama IV. Karena tidak diundang, pihaknya tidak akan datang. "Kita enggak datang, karena kita enggak diundang," kata Andre, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Namun begitu, pihaknya tidak mau komplain. Pihaknya akan menghormati apa pun keputusan dari gelaran tersebut. Ia berharap Ijtimak Ulama bisa membawa kebaikan bagi bangsa dan negara. "Seperti disampaikan pihak panitia, kan tidak ada tokoh politik ataupun parpol yang diundang, satu pun," tambahnya.


Andre pun membantah anggapan Prabowo dan elite Partai Gerindra putus hubungan dengan ulama PA 212. "Saya nggak tahu detil ya, tapi menurut informasi ya kita masih tetap berhubungan kok. Saya mendapat informasi dari pimpinan partai, komunikasi tetap berjalan antara elit Gerindra dengan ulama," ungkap Andre.

Menurut Andre, tidak ada niatan partainya memutuskan hubungan dengan ulama. Ataupun menjauh dari PA 212. Pihaknya akan terus berusaha menjaga silaturahmi itu dengan baik selamanya. Bukan saat pilpres saja.

Berita Terkait : Datangi Kediaman Habibie, Prabowo Ucapkan Bela Sungkawa

"Masak kita putus hubungan. Ulama yang bermasalah (hukum) yang bela juga kita, kan. Silakan cek saja sama Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Haikal Hassan, yang bela kan tetap Pak Prabowo dan Partai Gerindra," sambung Andre.

Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga memastikan hubungan bosnya dengan PA 212, baik-baik saja. "Hubungan beliau baik-baik saja dengan PA 212," kata Dahnil, lewat pesan Whatsapp, tadi malam.

Sekjen GNPF Ulama, Edi Mulyadi, mengatakan bahwa ijtima kali ini intinya mengevaluasi langkah-langkah perjuangan sejak ditetapkan pada ijtima ke-1, ke-2, dan ke-3. Forum tersebut juga akan membahas kepulangan pemimpin FPI, Rizieq Syihab. 

Tidak hanya membahas kepulangan Rizieq, Ijtima Ulama IV juga membahas ekonomi, politik, dakwah, dan berbagai persoalan bangsa lainnya. Kata Edi, Ijtima Ulama IV digelar GNPF Ulama, didukung FPI dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. 

Pengamat politik, Ujang Komarudin, menyebut, tidak diundangnya Prabowo dalam Ijtima Ulama IV punya plus-minusnya dalam kalkulator politik. "Minusnya bisa saja Prabowo kehilangan dukungan dari sebagian ulama dan umat Islam. Plusnya, mungkin Prabowo sedang berpikir yang lebih besar. Mungkin ingin mempersatukan umat dan masyarakat yang sudah terbelah," kata Ujang, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Berita Terkait : Prabowo dan Mega Sejalan Tak Searah

Dia menambahkan, tidak lagi sejalannya Prabowo dengan PA 212 adalah lumrah dalam politik. Sebab, dalam politik, setiap sisi memiliki kepentingan lain-lain. Keretakan hubungan PA 212 dengan Prabowo juga mulai tercium sejak pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan Presiden Jokowi.

"Itulah dunia politik. Jika kepentingannya sama, akan bersatu. Dan jika kepentingannya beda, akan bercerai," terang Ujang.


Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini melihat, tidak diundangnya tokoh politik di acara Ijtima Ulama IV tidak menandakan sinyal menjauhnya PA 212 dari politik. "PA 212 tidak menjauh dari politik. Namun PA 212 sedang mencari figur baru yang senapas dengan mereka," pungkasnya. [SAR]