Akan Siapin Calon Menteri Kalau Proposalnya Disetujui Jokowi

Gerindra Tak Tahu Diri

Klik untuk perbesar
Waketum Gerindra Sufmi Dasco. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hingga kini Gerindra belum memutuskan akan gabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf atau tidak. Namun, partai besutan Prabowo itu sudah menyerahkan konsep program pembangunan kepada Jokowi. Mereka pun akan menyiapkan calon menteri jika proposalnya disetujui.

Hal ini disampaikan Waketum Gerindra Sufmi Dasco. Menurut dia, konsep program pembangunan yang dibahas dalam rapat antara Prabowo dengan seluruh dewan pembina Gerindra di Hambalang bulan lalu itu sudah disampaikan secara lisan kepada Jokowi. "Nanti kan masih ada pertemuan-pertemuan lagi, ya nanti di pertemuan itu akan kita matangkan. Kapan? Tunggu, nanti kita kasih tau," ujar Dasco di Hotel Ashley, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, kemarin. 

Dasco mengungkapkan, salah satu konsep itu menyangkut soal ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. Nah, jika konsep itu diterima Jokowi, Gerindra akan menyiapkan kadernya yang berkompeten dengan bidangnya, untuk diusulkan sebagai menteri. 

Baca Juga : Ada Ledakan di Monas

"Kalau konsepnya diterima, baru kita lihat siapa saja kader yang cocok untuk membantu Presiden Jokowi di pemerintahannya," ujar Dasco. "Misalnya bidang ketahanan pangan, nanti kita akan cari, siapa yang berkompeten di bidang itu," imbuh anggota Komisi III DPR itu. 

Dasco menegaskan, Gerindra tidak bakal ngotot meminta jatah menteri ke Jokowi. Tapi, jika Jokowi menolak konsep program yang telah ditawarkan, Gerindra siap berada di luar pemerintahan. "Dari Gerindra, seandainya konsep kita tidak diterima, kita juga bersedia di luar pemerintahan. Kita akan bantu pemerintahan dengan legislasi yang kuat," tutupnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria menyebut, jika Gerindra berkoalisi mendukung pemerintah, partai itu tak sekadar untuk mendapatkan kursi menteri. Yang penting, Gerindra berkontribusi bagi negara. 

Baca Juga : Anies Salting Juga Saltum

"Kalau kami di dalam cuma masuk dan duduk tapi enggak berkontribusi apalagi malah korupsi, itu enggak baik untuk rakyat," ujarnya. Sebaliknya, menjadi oposisi juga tak berguna jika tidak bisa memberikan kritik yang bersifat konstruktif. 

Gerindra sendiri baru akan menentukan sikap setelah menggelar acara internal berskala nasional seperti rapat kerja nasional (rakernas) atau rapat pimpinan nasional (rapimnas). "Mungkin di September 2019, kami ada even nasional untuk mendiskusikannya. Evaluasi Pileg dan Pilpres 2019, lalu persiapan Pilkada 2020, dan termasuk apakah Gerindra akan ada di posisi pemerintah atau oposisi," tuturnya. 

Desas-desus yang beredar, Gerindra menyiapkan Edhy Prabowo dan Fadli Zon untuk diusulkan sebagai menteri. Selain keduanya, Gerindra juga menyiapkan Sandiaga Uno.

Baca Juga : Dianggap Porno, Pameran Tato Setengah Bugil Diusut Malaysia

Sikap Gerindra ini menuai sejumlah hujatan dari netizen. "Udah kalah masih nggak tahu diri," cuit @Danny_Liauw di Twitter. "Kepedean," sambung @abdiagoes91. 

Akun @ PaniFirmansyah juga menyebut Gerindra tak tahu malu. "Nggak tau malu yah," kecamnya yang disambar @Paijo. "Urat malunya udah putus," sambung dia. [OKT]