Ditanya Peluang Masuk Kabinet

Erick Thohir Pilih Kejar Mimpinya Yang Lain

Klik untuk perbesar
Erick Thohir. (Foto: [email protected]).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf, Erick Thohir terus merendah. Padahal dia sudah sukses mengantarkan pasangan petahana menuju periode kedua.

Erick tak mau menjawab langsung ketika ditanya soal peluang masuk kabinet. Dia mengatakan banyak yang lebih baik daripada dirinya.

Padahal sebagai presiden terpilih, Jokowi saat ini sudah membuat komposisi soal postur kabinetnya. Erick kembali meyakinkan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti soal keputusan presiden ke depan.

Berita Terkait : LPKAN Rekomendasikan Syarifudin Tippe Di Bursa Menteri Kabinet Jokowi Jilid Dua

Namun, dia yakinkan dalam membantu pemerintah bisa melalui jalur swasta. “Saya tidak tahu, karena saya rasa banyak mimpi-mimpi lain juga, karena saya pernah bilang bagaimana kita ini bisa juga kontribusi melalui swasta. Tidak kalah loh dengan pemerintah,” kata Erick di Jakarta Pusat, Minggu (18/8).

Mantan bos klub sepak bola Inter Milan itu juga menyebut pada pagelaran Pilpres lalu banyak pihak yang memberikan kontribusi.


Hal ini menjadikan Erick menganggap banyak sosok lain yang menurutnya lebih pantas untuk menjadi seorang menteri.

Berita Terkait : Soal Pembibitan Atlet Usia Dini, Erick Thohir Ingin Satukan Persepsi PB Djarum dan KPAI

“Tentu saya harapkan kembali siapa pun yang terpilih, dan sudah banyak yang bekerja, berkeringat untuk Pak Jokowi. Saya rasa banyak figur yang bagus bagus,” tutur Erick.

Erick kemudian memberikan catatan bahwa pada pemerintahan ke depan, dalam menjadi seorang menteri kunci utamanya adalah kerja sama. Sehingga antara satu lembaga dengan yang lainnya bisa bersinergi.

Apalagi dalam periode kedua nanti, Jokowi pernah menyatakan sudah tidak ada beban lagi. “Yang penting siapa pun yang masuk bisa nggak kerja keras dan kompak?” tanya Erick.

Berita Terkait : 7 Pendiri Demokrat Usulkan Darmizal Masuk Kabinet Jokowi

Untuk adanya penempatan menteri dari kalangan milenial juga Erick sangat mendukung. Dia melihat bonus demografi memang harus dimanfaatkan dengan baik. Erick yakin Jokowi juga tidak asal pilih dalam mencari menteri.

“Kita-kita yang muda mendukung terutama kita bisa lihat sekarang generasi usia di Indonesia ini memang sangat muda, 58 persen di bawah 35. Kalau ditarik sampai usia 50 juga banyak. Nah, ini yang saya rasa perubahan perubahan pola pikir dinamika di masyarakat ini yang harus kita siapkan,” sebut Erick.


Walaupun pembagian kursi juga masih terdapat kalangan senior, hal itu juga tidak jadi masalah. Menurut Erick peran senior bisa menjadi mentor dan bersinergi untuk bergerak cepat dari tuntutan yang diminta presiden.  [MHS]