Mulai Latihan

Ma’ruf Amin Digembleng Banyak Pakar Debat

Klik untuk perbesar
Calon Wakil Presiden Nomor urut 01 Prof KH Ma’ruf Amin berfoto bersama seusai dipasangkan jaket ReJo oleh Ketua Pembina ReJO Sidarto Danusubroto (keempat kanan) Freddy Numberi (kedua kiri), dan Erman Soeparno (kelima kiri) dan Ketua Umum ReJo HM Darmizal MS (kiri) di Jakarta, Jumat, Kemarin. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Cawapres 02 Ma’ruf Amin mulai mempersiapkan diri menghadapi debat Pilpres 2019. Sejumlah pakar akan membantu Ma’ruf dalam menyiapkan materi debat.

Dalam lima kali debat Pilpres  2019 yang ditetapkan KPU, cawapres akan terlibat sebanyak 3 kali. Dua kali debat bersama calon presiden. Sementara 1 kali debat antar cawapres. Sementara Pilpres perdana akan digelar 17 Januari mendatang di Hotel Bidakara, Jakarta. Ma’ruf Amin mengaku, sudah tahu tentang jadwal debat capres yang dibuat KPU. Pada debat pertama, dirinya bersama Jokowi akan membahas soal penegakan hukum dan HAM, terorisme dan korupsi.

“Kemudian, pada debat yang terakhir, saya kembali bersama Pak Jokowi membahas soal ekonomi. Saya juga akan tampil sendiri membahas soal ekonomi, tenaga kerja, dan sosial. Persoalan-persoalan itu yang mulai saya dalami,” kata Ma’ruf di kediamannya, Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta, kemarin.

Dalam mempersiapkan materi debat, Ma’ruf akan dibantu oleh para pakar-pakar yang masih dirahasiakan namanya. “Ya kami sudah ada diskusi-diskusi bersama tim pakar. Nanti hari Minggu mungkin ada beberapa pakar yang datang ke sini untuk berdiskusi,” ungkap Ma’ruf.

Dalam Pilpres 2019 ini, bos MUI ini menjadi satu-satunya kandidat yang belum berpengalaman dalam debat. Baik debat dalam pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah. “Tak masalah. Ya makanya itu, selain persiapan materi, ada juga persiapan mental. Mentalnya harus siap, dan siap materi debatnya,” ujar dia.

Ma’ruf Amin mengaku pihaknya akan punya tim materi debat yang berdiskusi dengan dirinya. Tim tersebut menjadi semacam pelatih debat bagi dirinya untuk berbagi informasi mengenai berbagai hal kemasyarakatan. “Tentu saya membutuhkan informasi, data, memerlukan juga sasaran yang ingin dicapai. Beda ketika saya jadi ketua umum MUI, atau rais aam PBNU, yang penguasaannya berbeda,” ujar dia.

Lagian dalam urusan debat, Ma’ruf mengaku itu bukan hal yang baru baginya. Di MUI, dirinya suka berdebat dengan pengurus lainnya. Termasuk saat menjadi Rais Aam PBNU. Perbedaannya, kata Ma’ruf, hanya terletak pada tema dan jumlah penonton yang menyaksikan debat tersebut. “Ya tapi tentu (tema) debatnya berbeda. Tinggal apa yang diperdebatkan tentu ya, kalau debatnya sih sama aja. Cuma ini memang ditonton oleh masyarakat se-Indonesia ya,” kata dia.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding mengakui, pihaknya sibuk mempersiapkan tiga hal untuk menghadapi debat. Pertama bahan referensi dan bacaan berisi data atau informasi terkait tema debat. Kedua, strategi untuk bisa menjawab secara efektif dalam waktu yang telah ditentukan. 

Hal itu dilakukan supaya paslon efisien menyampaikan visi misi. Juga tidak membuang waktu yang diberikan oleh penyelenggara debat dalam menjawab pertanyaan dari lawan debat maupun panelis. Selain ucapan, TKN juga memberi masukan kepada Jokowi-Ma’ruf agar tampil apa adanya, elegan, dan wajar. Sebab, penampilan ketika debat juga menjadi salah satu faktor yang bakal diperhatikan oleh masyarakat. 

SBY Batal Bertemu Prabowo-Sandi
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo dan Sandiaga Uno kemarin batal digelar. Padahal pertemuan itu terkait persiapannl debat Pilpres pada 17 Januari mendatang.

SBY yang ditunjuk sebagai mentor debat, mengundang Prabowo-Sandi bersama timnya untuk hadir di kediamannya, kemarin. SBY bakal memberi masukan pada Paslon 02 terkait pengalaman dan materi untuk menghadapi debat capres.

“Karena satu lain hal. Kebetulan Pak Prabowo juga ada acara, Pak SBY demikian pula, nanti acara itu akan dicari waktu yang lebih tepat lagi,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso.

Menurut Priyo, pertemuan itu hanya tertunda saja. Nantinya, SBY bakal mengundang lagi Prabowo-Sandi bersama tim BPN untuk hadir di rumahnya. “Pokoknya waktu yang tidak terlalu lama. Sebelum debat tanggal 17 itu, nanti akan diseleng-garakan, dan Pak SBY yang akan berkenan mengundang, karena di antara kami yang paling senior kan Pak SBY,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai debat terkait hak asasi manusia (HAM) akan lebih seru. Fahri menilai Jokowi versus Prabowo imbang dalam masalah dugaan pelanggaran HAM. “Prabowo kan sudah nggak ada tambahan dugaan pelanggarannya kan. Pak Jokowi kan ada pelanggaran HAM-nya ya kan, karena dia sudah berkuasa. Itu yang saya bilang, jadi draw ini pertarungan sebenarnya soal HAMini,” kata Fahri. [HEN]

RM Video