Mengaku Netral

Bima Arya Cium Tangan Kiai Ma’ruf

Klik untuk perbesar
Wali Kota Bogor, Bima Arya (tengah pegang mikrofone) dan ulama Bogor menyambut kehadiran Cawapres No Urut 1, KH Maruf Amin (tengah, sedang duduk di kursi) yang sedang berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ghazaly di Kota Bogor, Sabtu (5/1). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut hadir dalam kampanye cawapres 01 Ma’ruf Amin. Bahkan politisi PAN ini mencium tangan Ma’ruf Amin dan ikut salam satu jari. Apakah Bima Arya dukung Jokowi-Amin?

Kemarin, Ma’ruf Amin memulai kampanye perdananya di Januari 2019. Sejumlah lokasi di wilayah Jawa Barat, dikunjungi bos MUI ini. Salah satunya, Pondok Pesantren Al Ghazaly di Kota Bogor.

Berita Terkait : Kyai Maruf dan Barnus Bukber Bareng Anak Yatim

Saat berkunjung ke pesantren inilah, Bima Arya hadir. Saat tiba di lokasi, Bima langsung mencium tangan Ma’ruf dan duduk bersila bergabung dengan tamu lain. Ketika ditanya kehadirannya sebagai isyarat du-kungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin, Bima hanya berseloroh sambil menunjukkan jari telunjuknya.


Isyarat itu kemudian disambut tawa seolah tanda dukungannya kepada pasangan nomor urut 01. Tak sampai di situ, Ma’ruf pun lantas memberikan sorban berlogo KMA (Kyai Ma’ruf Amin). Sorban itu bahkan langsung dikalungkan pada leher sang walikota. “Sebagai calon wakil presiden, saya tentu punya harapan besar untuk mengajak bersama-sama semua pihak, apalagi wali kota,” kata Ma’ruf.

Berita Terkait : Ditanya Pertemuannya Dengan Zul, Jokowi Tertawa Terbahak-bahak

“Jadi kita ingin merangkul sebanyak mungkin pihak dalam rangka mengawal keutuhan NKRI dan di dalam rangka membangun negara ini supaya negara ini lebih maju, lebih sejahtera,” sambungnya.

Lantas, Ma’ruf pun bertanya pada Bima apakah ikut mendukung Paslon 01? Sebelum menjawab, Bima malah mengacungkan jari telunjuknya sebagai simbol ‘salam satu jari’ (salam milik Paslon 01).

Berita Terkait : Tersangkut DAK, Wali Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka KPK

“Mohon izin Pak Kiai, jawaban saya cuma satu. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk memuliakan tamu. Ini adalah tamu agung, tamu yang mulia yang harus kita muliakan, dan saya hadir di sini,” jelasnya. Ma’ruf Amin pun menanggapi jawaban Bima dengan berkelakar. “Terima kasih. Artinya kalau sudah diterima itu sah gitu, ha-ha-ha...,” candanya.
 Selanjutnya 

RM Video