KH Maruf Amin: Ngorok Ente

Klik untuk perbesar
Foto: IG Maruf Amin Center

RMco.id  Rakyat Merdeka - KH Ma'ruf Amin gerah, beragam prestasi pemerintah disebut hoaks. Cawapres Nomor Urut 01 ini pun meledek, kubu sebelah tidur ngorok, jika tetap memungkiri kinerja Presiden Jokowi.

"Kok ada yang bilang tidak ada (prestasi). Ente tidur, Ente ngorok. Nggak paham. Jadi harus bangunkan. Bangun, bangun supaya tahu. Beliau sudah berbuat banyak untuk membangun pendidikan kita," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan kepada pendukungnya di Gedung DPD Golkar Depok, Sabtu (12/1) malam.

Dalam pidatonya, sang kiai tidak spesifik menyebut siapa pengkritik yang dimaksud. Apakah kubu Prabowo-Sandi, atau bukan. Pasalnya, soal kritik maupun pujian terhadap kinerja pemerintah, berseliweran di dunia nyata sampai maya. Untuk menepis itu, Maruf mencoba meluruskan dalam pidatonya.

"Pak Jokowi telah meletakkan pondasi pembangunan nasional. Telah berbuat banyak untuk kepentingan bangsa dan negara, kecuali orang yang tidur yang tidak tahu. Tidurnya ngorok," tekannya lagi.

Dijelaskan, pondasi pembangunan nasional itu salah satunya adalah pembangunan infrastruktur seperti jalan tol yang dikebut di era Jokowi. Selain itu, Kiai Maruf juga menyampaikan bahwa capres petahana sudah melakukan terobosan untuk memperbaiki pendidikan. Di antaranya telah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Soal kesehatan, Ma'ruf juga meluruskan isu yang menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bakal dihentikan. Ia heran, kenapa bisa muncul kabar BPJS akan dihentikan, karena dana iurannya digunakan untuk membiayai pembanguan jalan tol.

"Lah untuk tol lain, untuk BPJS lain. Ini hoaks. Masyarakat jangan mau dibohongin," katanya. Ma'ruf pun berjanji, jika terpilih, maka salah satu program yang bakal dikerjakannya adalah meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia.

"Kita ubah model manusia jadi manusia pembangunan nasional. Kalau ulama mengatakan, memperbesar manfaat," pungkasnya.

Sebelumya, kinerja pemerintah memang sering dijadikan bahan kritikan oposisi. Misalnya, ketika Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan klaim pemerintah yang menyebut pembangunan jalan tol sebagai prestasi pembangunan. "Jalan tol itu sebagian infrastruktur swasta, bukan infrastruktur publik, bagaimana ceritanya pembangunan jalan tol diklaim sebagai prestasi pembangunan?" ujar Fadli, Kamis, (3/1).

Menurutnya, mengklaim pembangunan jalan tol sebagai prestasi pembangunan pemerintah, itu sama seperti kepala daerah mengklaim pembangunan mal di kotanya sebagai prestasi pemerintah daerah. Sebab, Fadli Zon melihat tol berbayar adalah bentuk berbisnis dengan rakyat, bukan pelayanan. "Itu klaim yang sangat menggelikan," ujar dia.

Kritikan tersebut, merupakan reaksi pernyataan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

"Memang, orang tidak makan beton, itu betul. Tapi makanan lewat di atas beton itu, sehingga harga pangan turun," katanya di sela-sela meninjau percepatan pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, 19 Desember 2018.

Dalam kesempatan itu, Luhut menjelaskan, dalam 4 tahun masa pemerintahannya,  Jokowi-Jusuf Kalla telah membangun jalan tol sepanjang 671 kilometer. Pada masa Orde Baru, hanya 216 km jalan tol yang terbangun. [BSH]

RM Video