Cetak Surat Suara Di Dalam Negeri

KPU Ngaku Bisa Ngirit Rp 269 Miliar

Klik untuk perbesar
Ketua KPU RI Arief Budiman pastikan produksi surat suara bisa selesai tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat distribusi. (Foto : IG @kpu_ri).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Produksi surat suara untuk Pemilu 2019 menghabiskan dana sebesar Rp 603,34 miliar. Angka segitu, diklaim KPU, telah terjadi penghematan sebesar 30,86 persen atau sebesar Rp 269,34 miliar.

Adapun total surat suara yang dicetak KPU untuk Pemilu 2019 ini sebanyak 939,87 juta. Jumlah tersebut dicetak oleh lima konsorsium ditambah satu perseroan terbatas hingga tiga bulan ke depan. Lokasi pencetakan ada di tiga wilayah; Jakarta, Surabaya, dan Makasar.

Anggota KPU Ilham Saputra mengatakan, pagu anggaran untuk cetak suara sebesar Rpm 894,72 miliar. “Maka total efisiensi Rp 291,37 miliar atau 32,57 persen,” jelas Ilham saat meninjau lokasi pencetakan surat suara di Kompas Gramedia, Jakarta, kemarin.

Kata Ilham, PT Kompas Gramedia paling besar dari jumlah tender yang ada. Kompas Gramedia berhasil menjadi leader dengan porsi 31 persen pembuatan surat suara.

“Sementara di PT Aksara Grafika Pratama hanya 6,12 persen,” ujarnya.

Berita Terkait : Soal Surat Suara Tercoblos, KPU Tak Mau Berspekulasi

Untuk distribusi, KPU memfokuskan ke kawasan-kawaaan dengan tantangan geografis yang berat. Ditargetkan dalam bulan Maret 2019 surat suara sudah dikirimkan ke KPU kabupaten/ kota.


“Prioritas pengiriman tentu ke daerah-daerah dengan tantangan geografis yang berat. Diharapkan pada pertengahan Maret 2019 seluruh surat suara telah dikirim ke KPU Kab/Kota,” ungkapnya.

Dengan distribusi pada Maret 2019 diharapkan masih cukup waktu. Yakni untuk melakukan penyortiran, penghitungan, pengepakan, dan pengiriman secara berjenjang dari KPU Kab/Kota ke kecamatan, desa/kelurahan, hingga TPS.

Ilham menambahkan, pihaknya akan mensosialisasikan lima model surat suara. Sosialisasi ini dilakukan agar pemilih jangan salah dalam memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Karena jika terjadi kesalahan hak suara akan tidak terhitung.

Ia mengatakan, untuk surat suara DPR warnanya kuning, DPD merah, presiden dan wakil presdien warna abu-abu, DPD provinsi berwarna biru, dan DPD kabupaten kota berwarna hijau.

Berita Terkait : Jokowi Tinjau Trans Jawa Bareng Milenial

Ilham mengatakan, maksud KPU meninjau pabrik pencetak suara sebagai salah satu sosialisasi kepada masyarakat bahwa surat suara dicetak di Indonesia, bukan di China. Juga menunjukkan bahwa Indonesia punya pengawasan kualitas yang mumpuni dalam mencetak surat suara.

Selain kualitas, keamanan surat suara juga diutamakan. KPU menggandeng beberapa pihak untuk memastikan bahwa surat suara aman sampai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ada pihak kepolisian yang mengamankan proses pencetakan. jadi kami hati-hati dalam proses pencetakan. Supaya surat suara yang dihasilkan bukan dicurigai bukan tercoblos atau tercoret tinta,” tuturnya.


Adapun, keenam konsorsium tersebut antara lain Konsorsium PT Aksara Grafika Pratama Jakarta memproduksi surat suara sebanyak 68.176.374 lembar atau 7,25 persen. Konsorsium PT Balai Pustaka Jakarta memproduksi surat suara sebanyak 139.894.529 lembar atau 14,88 persen dan Konsorsium PT Gramedia Jakarta memproduksi surat suara sebanyak lembar 292.019.984 lembar atau 31,07 persen.

Sementara, Konsorsium PT Temprina Media Grafika Jawa Timur yang memproduksi surat suara sebanyak 255.019.544 lembar atau 27,13 persen. 

Baca Juga : Presiden Pelawak

Konsorsium PT Puri Panca Pujibangun Jawa Timur memproduksi surat suara sebanyak 107.714.950 atau 11,46 persen. Serta PT Adi Perkasa Makassar, Sulawesi Selatan memproduksi surat suara sebanyak 77.054.270 lembar atau 8,2 persen.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menuturkan, setiap surat suara diberikan pengaman khusus supaya tidak ada penggandaan atau digandakan oleh pihak lain. Pengamanan dilakukan dua sisi.

Pertama, material kertasnya, diberi mikroteks. Kedua, dari sisi prosedurnya, yakni dilakukan pemeriksaan oleh tenaga ahli, penyortiran KPU, pengawasan Bawaslu dan pengamanan Polri secara ketat

“Insyaallah tidak ada peluang bagi surat suara palsu masuk dalam proses pemilu. Kami menggunakan mikroteks yang banyak jenisnya. Seperti yang dipakai dalam pencetakan uang, itu salah satunya,” ucapnya. [HEN]

RM Video