AHY Bekali Caleg Demokrat

Berkah Jokowi & Prabowo Hanya Ke PDIP Dan Gerindra

Klik untuk perbesar
Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (Foto: FB @Agus Harimurti Yudhoyono)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak bisa menjamin, apakah caleg Demokrat bakal ikut berjuang memenangkan Prabowo-Sandi. Bagi Demokrat, menyelamatkan suara partai jauh lebih penting. Efek ekor jas, cuma buat partai yang kadernya maju di pilpres. Kemarin , Partai Demokrat gelar pembekalan caleg di Hotel Sultan, Jakarta. Tak seperti partai pengusung lain, Demokrat tak undang Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam acara tersebut.

AHY selaku Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat mengatakan, Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai, perlu strategi khusus untuk bisa lolos ke parlemen.

“Dengan mempersiapkan para caleg kami dengan pengetahuan wawasan strategi, taktik yang efektif kalau itu dijalankan dengan baik, maka mudah-mudahan mereka semakin dikenal, disukai, dan didukung oleh masyarakat di dapil masing-masing,” katanya.

Sementara, di Pilpres 2019 ini, Demokrat tak berhasil mengusung kadernya menjadi capres atau cawapres. Tentunya ini membuat Demokrat terasa berat hadapi pemilu. Sebab, hanya partai yang mengusung capres atau cawapres yang diuntungkan pada Pemilu 2019.

Berita Terkait : 7 Pendiri Demokrat Usulkan Darmizal Masuk Kabinet Jokowi

Berdasarkan hasil survei yang ia miliki, partai yang mendapat coattail effect atau efek ekor jas, hanya PDIP dan Gerindra. PDIP punya Jokowi, sedangkan Gerindra diwakili Prabowo dan Sandi.

“Oleh karena itu, tentu realitas ini tidak hanya dihadapi oleh Partai Demokrat, tapi juga dihadapi oleh partai lainnya,” kata AHY. Dia menambahkan Demokrat tak mewajibkan atau melarang caleg memanfaatkan figur tersebut untuk berkampanye. Dia menekankan tujuan caleg adalah meraih kemenangan.


“Yang jelas, caleg tujuannya untuk menang, mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat, segala hal strategi dijalankan disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing,” ucapnya.

Dengan demikian, partai bisa mendapat limpahan suara dari tingginya elektabilitas capres atau cawapres yang diusung. Makanya, saat ini Demokrat mengedepankan figur para caleg di dapil masing-masing untuk meraih kursi.

Berita Terkait : Demokrat Pilih Jokowi, Oposisi Apa Netral Lagi?

Dalam Pileg 2019, Demokrat menargetkan suara 15 persen di DPR RI. Untuk itu, AHY meminta para caleg bekerja keras demi mencapai target tersebut. “Caleg harus bekerja keras, sungguh-sungguh, serius, caleg-caleg juga harus rajin turun ke lapangan, bertemu masyarakat, kreatif, menyapa semua elemen, dan mudah-mudahan target minimal tersebut bisa kami amankan,” kata bekas cagub DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan beri alasan kenapa tidak undang Prabowo-Sandi diacara pembekalan caleg. Kata Hinca, acara ini bersifat internal. Demokrat hanya undang caleg dan pihak yang memberikan pembekalan, seperti pejabat partai, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Judul kami hari ini pembekalan caleg. Jadi bukan cara memenangkan pilpres. Caleg dulu. Karena itu, kami enggak mengundang. Internal kami saja ini. Kalian saja enggak boleh masuk tadi, kan,” kata Hinca. Namun, Hinca mengatakan, Demokrat tetap serius mengusung pasangan nomor urut 02. Menurutnya, tanda tangan SBY dan dirinya dalam format dukungan merupakan kesepakatan yang mengikat.

“Dukungan kami jelas kepada Prabowo-Sandiaga sudah didaftar di KPU. Itu enggak usah diragukan. Lima bulan ke depan adalah masa kampanye. Yaitu pada caleg dan pilpresnya,” kata Hinca.

Berita Terkait : Ketum ReJO Yakin Demokrat Pro Jokowi

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan, sampai saat ini partainya masih fokus kampanye pileg dibanding pilpres. Nanti awal bulan Januari, Demokrat baru tancap gas mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno


“Jadi kita mengkampanyekan Prabowo-Sandi itu nomor dua. Nomor satu sekarang partai dulu, nanti kemudian Januari ke sana itu baru kita merubah lagi strateginya,” katanya. [MHS]