Pencetakan Surat Suara

Pemilu Dijaga 64 Ribu Polisi

Klik untuk perbesar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian tidak cuma fokus pengamanan kampanye Pileg dan Pilpres 2019. Tapi, pengamanan ketat proses percetakan surat suara pemilu. Pegawai percetakan yang keluar masuk ruangan akan digeledah. Kalau clear, boleh masuk dan ke luar ruangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, ada sekitar 64 ribu personel diturunkan untuk mengamankan proses pencetakan surat suara. Jumlah ini adalah sepertiga kekuatan Polri untuk amankan pesta demokrasi di seluruh Indonesia. 

Berita Terkait : Nyakitin Ditendang, Nyenengin Disayang

“Kalau secara umum, (pengamanan) di pentahapan pencetakan surat suara itu sepertiga dari kekuatan jumlah personel 194 ribu. Itu sepertiganya,” ujar Dedi, di Jakarta, kemarin. Secara teknis, Dedi menguraikan, pihaknya akan mengamankan surat suara mulai dari proses pencetakan, penampungan, hingga saat pendistribusiannya.

“Pengamanannya di tempat percetakan, kemudian tempat penampungan gudang KPU di pusat, provinsi, kabupaten, maupun tingkat TPS, tingkat kelurahan, maupun tingkat desa,” ujarnya.

Berita Terkait : Jadwal Piala Presiden Tidak Akan Merugikan Klub

Berdasarkan data KPU, lanjut dia, total surat suara akan dicetak untuk Pemilu 2019 berjumlah 939.879.651 lembar. Jumlah ini mencakup lima jenis surat suara. Yaitu surat suara calon presiden-wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan anggota DPD.

Jutaan surat suara itu dicetak 6 perusahaan. Yakni PT Aksara Grafika Pratana (4 lokasi), PT Balai Pustaka (4 lokasi), PT Gramedia (9 lokasi), PT Temprina Media Grafika (11 lokasi), PT Puri Panca Pujibangun (6 lokasi), dan PT Adi Perkasa Makassar (1 lokasi).
 Selanjutnya 

RM Video