Soal Habib Rizieq Shihab

KH Maruf Amin: Dia Murid, Saya Guru

Klik untuk perbesar
Cawapres Kiai Ma’ruf Amin ( Foto; IG @khmarufamin )

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski berbeda pilihan politik, Kiai Ma’ruf Amin menegaskan dirinya tidak ada masalah dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Ma’ruf bercerita hubungannya dengan Rizieq seperti murid dengan guru."Dia (Rizieq Syihab) bilang saya itu guru dia, orang tua dia," ujar Ma'ruf saat berdialog dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Utara di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta Pusat, kemarin.

Secara garis besar, menurut Ma'ruf, paham agama Islam yang dianut Rizieq sebetulnya sama dengan dia dan para ulama NU. "Tapi gerakannya (lewat FPI) memang agak radikal," katanya. Untuk diketahui, FPI adalah ormas yang dinilai tegas menindak beragam pelanggaran umat Islam. Termasuk, aktif melakukan demonstrasi seperti aksi 212 di tahun 2016. Rizieq saat ini berada di Arab Saudi. Dia ke Saudi saat terseret berbagai kasus. Secara politik, Rizieq berseberangan dengan Ma'ruf Amin. Rizieq yang mendukung Prabowo Subianto, kerap mengkritik Jokowi.


Kendati berbeda jalan politik, Ma’ruf menampik hubungannya dengan Rizieq memburuk karena menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019. "HRS (Habib Rizieq Syihab) itu tidak pernah ada konflik dengan saya," tegasnya. Ma'ruf juga menceritakan pengalamannya saat hadir dalam aksi 212 pada 2 Desember 2016. Dia sempat menengahi Rizieq dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Yang mendamaikan Rizieq dengan Pak Tito adalah saya," ujar Ma'ruf. 

Berita Terkait : Ormas Mathlaul Anwar Siap Menangkan Maruf Amin

Apa yang ditengahi Ma'ruf soal Rizieq dan Tito? Ini terkait lokasi aksi 212. "Pak Tito maunya di Istiqlal, Rizieq maunya di Thamrin. Wah, itu berbahaya. Oleh karena itu, saya sarankan di Monas karena tengah-tengah," ungkap Ma'ruf. Dia menjelaskan lebih lanjut soal deal lokasi aksi 212. Intinya, dia ingin aksi itu berjalan lancar dan tertib. "Rizieq bilang pintunya sedikit, bagaimana Pak Tito pintunya ditambah? Setuju. Nggak ada WC-nya, Pak Tito bilang siap menyediakan, maka didatangkan itu mobil-mobil. Miknya harus sampai Gambir, siap," tuturnya.

"Terus saya bilang jangan berdiri posisinya, kemudian menjadi provokasi duduk saja supaya aman. Makanya saya tanya dari pagi sampai sore apa saja. (Acaranya) baca wirid, orasi dan lain-lain, makanya 212 itu aman," imbuh dia.
Ma'ruf mengatakan, dia jugalah yang menyarankan Presiden Jokowi hadir di tengah-tengah aksi 212. Ma'ruf juga mengungkit sarannya kepada Jokowi terkait aksi 411 pada 4 November 2016. 


"Saya juga sarankan Pak Jokowi bagusnya datang, tapi waktu 411 maunya datang (Jokowi), tapi protokolnya larang. 'Pak Jokowi, 212 besok ketemu saya, bagus kalau Bapak datang.' Baru saat-saat di injury, saat-saat terakhir, Pak Jokowi datang," pungkas Ma'ruf.

Berita Terkait : Polri: Tidak Ada Tebang Pilih

"Saya kira Pak Jokowi itu, bekerja, bekerja, bekerja. Dari kerja itu lahir citra bagus, saya kira itu konsekuensi saja. Bukan niat mencari pencitraan. Tapi niatnya bagaimana membangun kesejahteraan masyarakat," ujar Ma'ruf di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Ma'ruf menyebut tudingan Rizieq kepada Jokowi berlebihan. Karena citra Jokowi yang muncul di publik, karena hasil dari kerja nyata sejak memimpin Indonesia pada 2014. "Nah dari kerja, kerja itu kan lahir pencitraan. Jadi bukan membuat pencitraan. Pencitraan untuk apa? Tapi kerjanya itu yg menimbulkan ada citra yang bagus," kata Ma'ruf. Rizieq Shihab menyampaikan pesan kepada Jokowi di video unggahan akun Youtube FRONT TV. Video yang diunggah Jumat (9/11) itu berisikan penjelasan Rizieq soal kasus bendera yang menderanya. Rizieq juga meminta Jokowi menegakkan keadilan. Dia meminta Jokowi tak selalu melakukan pencitraan.


"Tegakkan keadilan, jangan selalu Anda fokus kepada pencitraan, sepertinya Anda ini menegakkan keadilan, Anda melakukan segala bentuk tanggung jawab dengan baik. Saya ingatkan presiden tunjukan wibawa sebagai seorang pemimpin, tunjukan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, jangan biarkan keadilan itu diinjak-injak," kata Rizieq. [BSH]
 

RM Video