Tak Terima PBB Didikte Orang Luar

Yusril Tantang Rizieq Bikin Partai Sendiri

Klik untuk perbesar
Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga Kuasa Hukum Capres dan Cawapres No Urut 1, Jokowi - Maruf, Yusril Ihza Mahendra (kedua dari kiri) saat bersilaturahmi dengan masyarakat Koja, Jakarta Utara, Selasa (5/2). (Foto: Twitter @ayusril Ihza Mahendra).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Yusril Ihza Mahendra pastikan Partai Bulan Bintang (PBB) tidak bisa didikte pihak luar. Termasuk pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Bos PBB ini bahkan menantang Habib Rizieq bikin partai sendiri.

Usai deklarasi mendukung Jokowi, sejumlah caleg PBB memilih bersikap bersebrangan. Bahkan dari Mekah, Habib Rizieq membuat maklumat agar anggota FPI yang jadi caleg PBB mengundurkan diri. Yusril menegaskan, selaku Ketum PBB, tidak mempermasalahkan ketika Rizieq meminta anggota FPI mundur dari pencalegan.

Berita Terkait : OSO Targetkan Jokowi Raih 70 Persen

“Saya menjawab dengan tegas, saya minta semua anggota FPI yang menjadi pengurus dan caleg PBB agar keluar dari PBB,” ujar Yusril di Jakarta, kemarin. Pakar hukum tata negara tersebut mengatakan, PBB merupakan partai yang berdaulat dan tak bisa didikte oleh siapapun. Termasuk oleh Habib Rizieq Shihab.

Bahkan, Yusril menantang Habib Rizieq untuk membuat partai perlawanan. Itu pun kalau memang Habib Rizieq mampu untuk melakukannya. “Kalau Habib Rizieq mau mendirikan perlawanan, silakan saja bikin partai sendiri daripada mau mengobok-obok PBB dari dalam.

Berita Terkait : Partai Yusril Bentuk Satgas, Bakal Kuasai Daerah Lawan

Kita lihat saja nanti, mampu tidak Habib Rizieq bikin partai. Jangan hanya omong kosong saja,” tandas Yusril kemudian. Menurutnya, mundurnya anggota FPI dari pencalegan tidak ber­pengaruh signifikan terhadap PBB.

Justru saat ini, dukungan terhadap PBB mengalir paska deklarasi dukung Jokowi-Amin. “(Usai deklarasi) dukungan ke PBB deras ya, seperti kemarin dari Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI) secara spontan memberikan dukungan kepada PBB di Pemilu 2019,” kata Yusril.
 Selanjutnya