Kesaksian Jusuf Kalla

“Jokowi Tidak Otoriter, Jauh Dari Nepotisme

Klik untuk perbesar
Capres No Urut 01, Jokowi saat menghadiri HUT HMI ke-72 di kediaman Akbar Tanjung di Jakarta, Selasa (5/2). (Foto: Randi Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Jusuf Kalla terus menunjukkan dukungannya pada Capres 01 Jokowi. Nggak hanya mendukung, JK pun pasang badan untuk Jokowi. JK menjawab satu-persatu polemik yang dihadapi Jokowi saat ini.

Mulai dari propaganda Rusia, konsultan asing, hingga sikap Jokowi yang belakangan dianggap ofensif. Pertama, JK memulai dengan alasanya mendukung penuh Jokowi di Pilpres 2019. Eks Ketum Golkar ini punya dua alasan.

Berita Terkait : Jokowi Disanjung Rakyat

“Kalau kita lihat sejarah, negara-negara yang jatuh itu dua (alasannya), otoriter dan nepotisme. Jokowi sama sekali tidak ada di situ, dia tidak otoriter, karena selalu semua hadir rapat. Kan demokratis itu kan juga di kabinet,” ujar JK, di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (6/2).

Kata JK, Jokowi juga tidak nepotisme. “Tidak ada keterlibatan keluarganya sama sekali dalam ekonomi, dalam hal politik. Buktinya putra beliau, satu katering, satu jualan pisang. Sama sekali tidak ada nepotisme di sini, jadi kita bisa aman,” jelasnya. JK mencontohkan bagaimana Venezuela jatuh karena rezim yang otoriter dan nepotisme.

Baca Juga : Genjot Ekonomi, Menteri Ani Pelototi Ekspor Dan Investasi

Begitu pula yang terjadi pada Orde Baru di Indonesia. “Venezuela jatuh karena apa? Otoriter kan dan juga nepotisme, kita alhamdulillah. Zaman Pak Soeharto juga jatuh karena apa? Otoriter dan nepotisme kan. Nah yang paling bersih dari situ, calon ini ya Pak Jokowi. Itu kita harus arif melihatnya,” tutur JK.

Selama mendampingi Jokowi dalam 4 tahun belakangan, JK menilai Jokowi sebagai yang terbaik dari kandidat yang ada. Segala sesuatu tentang Jokowi, JK mengaku sudah tahu luar dan dalam. “Kenapa kita sepakat pilih nomor 1, tentu yang paling bisa menjawab itu saya sebenarnya, karena saya harus bersama-sama sudah 4 tahun dengan beliau.

Baca Juga : La Pulga Comeback Bulan Depan

Saya dapat melihatnya dari dalam dan dari luar,” ungkap JK. Terkait polemik yang belakangan muncul, JK pun ikut mengomentari. Misalnya soal konsultan asing, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) menegaskan, Jokowi tidak menggunakannya.
 Selanjutnya 

RM Video