Nuding Kebocoran Anggaran Tanpa Bukti, Itu Kategori Hoaks

Klik untuk perbesar
Sekretaris Jenderal Johnny G Plate (Foto:Isrimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tudingan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang kebocoran anggaran harus disertai bukti kuat. Hal ini penting supaya penegak hukum bisa menindaklanjuti.


"Apabila itu hanya retorika politik, disampaikan lisan tanpa data akurat, itu bagian hoaks. Bagian dari kebohongan dan Itu enggak layak," ujar Sekretaris Jenderal Johnny G Plate, di Tulungagung, Jawa Timur, kemarin.

Berita Terkait : Ini Tantangan 2 Capres Di Bidang Keamanan Internasional

Menurutnya, penyertaan data valid amat penting. Sebab, hal tersebut merupakan tanggung jawab moral dari penuding atas tudingannya. Jangan sampai masyarakat meragukan dan berpengaruh buruk bagi elektabilitas Prabowo.


Plate mengingatkan agar tudingan itu tak jadi gertak sambal. Sebab, pemerintahan Jokowi serius mengedepankan pemberantasan korupsi. Sehingga data konkret sangat diapresiasi. "Jadi bukan untuk kepentingan politik dan kepentingan lain," sebut Plate.

Berita Terkait : Debat Capres Dan Plus-Minusnya

Ia pribadi meragukan kebenaran tudingan Prabowo. Pasalnya, sejauh ini Jokowi sangat ketat dalam alokasi anggaran. Efisiensi APBN benar-benar dikedepankan. Hal tersebut dibuktikan dengan prioritas-prioritas pembangunan nasional. Jokowi berkiblat pada optimalisasi infrastruktur untuk daya saing bangsa. Sehingga tak mungkin eks Wali Kota Solo itu menggunting dalam lipatan.


Prinsipnya, NasDem tak ingin polemik soal kebocoran dibuat berlarut. Jika ada bukti, pihak terkait bisa langsung melapor ke penehmgak hukum, seperti KPK atau Bareskrim. "Termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tandas Plate. [USU]

RM Video