Di Hadapan Ribuan Alumni SMA Se-Jakarta

Jokowi: Saya Pertaruhkan Jabatan & Reputasi Saya Untuk Negara

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi berpidato di tengah Deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu di Istora Senayan Jakarta, Minggu (10/2). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam pidatonya di hadapan ribuan alumni SMA se-Jakarta yang mendukungnya, Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi menegaskan, siap mempertaruhkan jabatan dan reputasinya untuk kebaikan Indonesia.

“Saya pertaruhkan seluruh jabatan saya, reputasi saya untuk kebaikan negara ini, kebaikan bangsa ini, kebaikan bangsa kita,” tegasnya dalam acara deklarasi dukungan “Alumni SMA Jakarta Bersatu" yang digelar di Istora Senayan Jakarta, Minggu (10/2).

Ada ribuan alumni dari 375 SMA se-Jakarta yang memenuhi Istora Senayan. Jokowi kemudian membeberkan soal upayanya selama 4,5 tahun memerintah. Salah satunya, mengambil alih beberapa aset tambang yang dikelola oleh asing. Di antaranya, Blok Mahakam di Kalimantan dan Blok Rokan di Riau.

Berita Terkait : Ketua MK Tegaskan Lembaganya Independen


“Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau mudah dan gampang, dari dulu sudah diambil alih,” beber Jokowi. Tepuk tangan pun bergemuruh di Istora Senayan.

Jokowi juga sempat membantah soal kebocoran anggaran seperti yang ditudingkan oleh rivalnya dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto. “Saya sampaikan anggaran kita di 2018 itu lebih Rp 2.000 triliun. Kalau 25 persen bocor, artinya kan Rp 500 triliun. Itu duit Rp 500 T ada di mana? Saya tanya, hitungannya dari mana?” tanya mantan wali kota Solo itu.

Sontak, gemuruh tepuk tangan kembali terdengar. Dia meminta agar siapa pun tidak membuat pernyataan yang membuat masyarakat menjadi resah. Jokowi membeberkan, semua anggaran yang masuk dalam APBN sudah disetujui oleh seluruh fraksi di DPR.

Berita Terkait : Presiden Iran Berikan Ucapan Selamat Untuk Jokowi

Pun begitu dengan laporan pertanggungjawabannya setiap tahun, di mana semua fraksi menandatangani laporan pertanggungjawaban tersebut. Termasuk, fraksi dari partai yang tidak mengusungnya dalam Pilpres 2019. Karena itu, Jokowi pun mengaku tak habis pikir dengan tudingan itu.


“Jangan sampai sudah tanda tangan, semua partai sudah tanda tangan, kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor dari mana?” tanya Jokowi. Kali ini, nadanya sedikit tinggi. Intonasinya, berapi-api. Ribuan hadirin pun kembali bertepuk tangan sambil berteriak, mengeluk-elukan Jokowi.

Jokowi melanjutkan, setiap tahun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap APBN. Jadi, jika ada kebocoran anggaran, hal itu pasti terdeteksi oleh BPK. “Perlu saya sampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK,  hampir 80 persen lebih kementerian mendapat WTP. Seingat saya  80 dari 87 kementerian dan lembaga yang ada,” beber suami Iriana ini.

Berita Terkait : Jokowi: Saya Pemimpin 100% Rakyat Indonesia

Terakhir, Jokowi menegaskan, dirinya tidak memiliki beban masa lalu. Sehingga tugasnya menjadi Presiden tidak terkekang. Anak-anaknya pun, tidak punya kepentingan.

“Saya tidak memiliki beban masa lalu. Tidak apa-apa anak saya jual martabak, anak saya jual pisang nugget goreng,” tegas Jokowi. Kali ini, gemuruh tepuk tangan dua kali lebih keras dari sebelumnya. [OKT]

RM Video