Perkuat Data Untuk Debat

Prabowo Dibantu Eks Menteri, Jokowi Disupport Menteri Aktif

Capres 01, Joko Widodo (kiri) dan Capres 02, Prabowo Subianto (kanan). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Capres 01, Joko Widodo (kiri) dan Capres 02, Prabowo Subianto (kanan). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jokowi dan Prabowo sama-sama memperkuat data untuk ‘tarung’ di debat kedua Pilpres. Sejumlah menteri aktif dan mantan menteri, dilibatkan kedua capres.

Masing-masing kubu sudah melaksanakan simulasi debat. Akurasi data dan penyesuaian soal waktu, bagian dari simulasi debat kedua capres.

Baca Juga : Schneider Electric Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Ace Hasan Syadzily menuturkan, pihaknya sudah melakukan simulasi debat. Simulasi lebih banyak soal tekhnis.

Bagaimana cara menjawab pertanyaan yang tepat dan akurat. Maklum, tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan dan sumber daya alam, diperkirakan membutuhkan banyak waktu untuk menjawab.

Baca Juga : Wamendes Budi Arie Pastikan, 433 Desa Tanpa Listrik Bakal Segera Terang-Benderang

Jokowi “Tema ini merupakan makanan sehari-hari beliau. Jadi kami yakin Pak Jokowi akan bisa menjawab pertanyaan dengan lugas,” ungkapnya. Untuk menyempurnakan data dan jawaban, Jokowi akan dibantu oleh para menteri yang ada di kabinet indonesia kerja.

Terutama menteri yang sesuai dengan tema debat. Prosesnya juga sudah berjalan dan tidak ada kendala. Politisi Partai Golkar ini menilai, meminta bantuan menteri merupakan hal yang tidak melanggar aturan.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Karena menteri adalah jabatan politik. Sehingga tidak ada aturan yang mewajibkan harus netral. Kecuali birokrasi yang harus netral. “Menteri berhak untuk membantu presiden. Menteri ini pembantu presiden,” ujarnya.
 Selanjutnya