Videonya Disebarkan Andi Arief

Kubu 02 Protes Ke KPU, Luhut Tegang

Klik untuk perbesar
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada kejadian serius yang tidak terlihat di layar televisi dalam debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/2) malam. Sempat ada kericuhan saat tim Prabowo protes ke KPU. Suasana ini tergambar dalam rekaman video yang disebarkan Wasekjen Demokrat Andi Arief di akun Twitternya, @AndiArief_, kemarin sore. Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yang membiarkan terjadinya serangan yang melanggar aturan, cuit Andi.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, sejumlah tim Prabowo menghampiri deretan kursi komisioner KPU dan Bawaslu. Mereka yang melakukan protes di antaranya, Sufmi Dasco Ahmad, Habiburokhman, Ferdinand Hutahaean, Jansen Sitindaon, Putra Jaya Husin, Hashim Djojohadikusumo, Ansufri Idrus Sambo, Priyo Budi Santoso, dan Maher Algadri.

Mereka mengerubungi Ketua KPU Arief Budiman dan para anggotanya. Ketua Bawaslu Abhan juga ada di tengah kerumunan. Beberapa tim Jokowi ikutan maju, di antaranya Aria Bima, Bahlil Lahadalia, dan Rizal Mallarangeng.

Suasana panas itu terjadi saat debatlagi break. Di saat Prabowo kikuk setelah diserang Jokowi terkait kepemilikan lahan 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektar di Aceh.

Berita Terkait : Masih Dirumuskan, Luhut: Perusahaan Sawit Nakal Bakal Didenda

Kita minta KPU menegur Pak Jokowi karena apa yang disampaikan Pak Jokowi adalah salah, tegas Ferdinand. Dia menyerang pribadi, kita juga bisa, sambut Maher Algadri.

Melihat situasi seperti ini, Aria Bima turun dan mencoba menenangkan. Dia menepuk-nepuk punggung Maher. Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan yang duduk di antara Menkopolhukam Wiranto dan Menko Perekonomian Darmin Nasution, ikutan maju. Luhut yang mengenakan batik coklat lengan panjang sempat berdebat dengan 

Ferdinand. Raut wajahnya tampak emosi. Beberapa orang termasuk komisioner KPU Hasyim Asyari berusaha menenangkan.


Luhut dipegangi, seperti tengah dilerai. Eks perwira Kopassus itu menepisnya. Luhut masih ngoceh. Tapi suaranya tidak terdengar jelas. Sudah, sudah, ujar orang-orang kepada Luhut. Tak lama, diantar Ferdinand, Luhut akhirnya kembali ke kursinya. Ferdinand tampak menyalami dan memeluk kecil Luhut. 

Berita Terkait : Luhut Jamin Tak Ada Jebakan Utang China

Luhut sudah duduk, kericuhan masih terus berlangsung. Pendukung 02 dengan kompak meneriakkan yel-yel Raja Curang. Suasana belum mendingin. Tampak Rizal Mallarangeng aktif menghampiri dan berusaha menenangkan satu per satu orang yang ada di situ. 

Suasana panas itu berlangsung hampir sepanjang jeda iklan selama lima menit. Saat pengumuman siaran langsung (on air) kurang 10 detik lagi, kerumunan bubar. Mereka kembali ke tempat masing-masing. 

Kericuhan ini merupakan puncak. Sebelumnya, suasana sempat memanas ketika kubu Prabowo memprotes pendukung Jokowi yang membawa barang, diduga balon tepuk dan peluit. Keberadaan dua barang itu diprotes pendukung Prabowo. Curang, curang, pekik pendukung Prabowo di arena debat.

Ferdinand yang ditemani Priyo Budi Santoso dan Imelda Sari langsung mendatangi komisioner KPU untuk memprotesnya. Dari tim Jokowi, Aria Bima yang mewakili TKN turut menghampiri komisioner KPU. Sempat terjadi perdebatan di sana. Setelah berkomunikasi, keributan akhirnya mereda.

Berita Terkait : Soal Amplop Ke Kiai, Luhut Bela Diri

Dikonfirmasi, Putra Jaya Husin membenarkan, Luhut terpancing emosinya saat tim BPN meminta KPU menegur Capres 01. Kita protes keras ke Bawaslu ke KPU, harus menegur pihak 01. Pak Luhut ikut terpancing emosi dan maju juga. Bereaksi karena pihak 02 komplain. Tapi akhirnya Pak Luhut dirangkul supaya duduk, bebernya, kemarin. 

Sementara, Ferdinand menyebut Luhut mendatanginya untuk memintanya tenang. Luhut berkata sudah Fer, sudah Fer. Luhut mencoba meredam marah saya ketika itu, katanya. Ferdinand tetap melanjutkan protesnya. Sampai, Prabowo yang meminta timnya untuk tenang dan kembali ke tempat duduk masing-masing. [OKT]

Berikut Video Kericuhan di Acara Debat Capres Jilid 2