KPU Tolak Usulan BPN Prabowo-Sandi

Maksimalkan Saja Sesi, Pertanyaan Eksploratif

Klik untuk perbesar
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (Foto: Twitter @KPU RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keberadaan panelis dipastikan tidak hilang dalam debat pilpres selanjutnya. Pelibatan panelis untuk menyusun pertanyaan debat, merupakan aturan yang tertuang dalam PKPU. Peran panelis pada dua kali debat pilpres mulai dikritik. Bahkan ada usulan, agar debat Pilpres selanjutnya, KPU tidak perlu lagi membentuk panelis. Pertanyaan debat, cukup berasal antar masing-masing kandidat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menolak usulan tersebut. Menurutnya, debat Pilpres tidak bisa digelar tanpa peran panelis. Mengingat, panelis bertugas merancang pertanyaan debat.  “DI PKPU mengatur debatnya, ada yang berperan, ada KPU, ada moderator, ada paslon, ada panelis, itu diatur semua,” kata Arief, di Gedung KPU, Jl. Diponegoro, Jakarta, kemarin. 

Baca Juga : Rachel Goddard Sempat Stres Hilangkan Bekas Jerawat

Arief malah balik bertanya, siapa yang akan menyusun pertanyaan jika panelis tidak ada. Moderator tidak dimungkinkan untuk membuat pertanyaan.  “Moderator? Moderator itu kita pilih dengan keahlian dia mampu mengatur jalannya diskusi. Mampu menyampaikan pertanyaan itu dengan kata, intonasi, yang baik yang bisa dipahami,” ucap Arief. 

Dia menegaskan, keberadaan panelis penting karena menguasai setiap tema debat. Karena keahliannya itu, panelis dipercaya menyusun pertanyaan. “Moderator itu kan tidak ahli di bidang tema debat. Panelis itu dipilih karena keahliannya di bidang-bidang yang kita jadikan tema di setiap debat,” ujarnya. Dalam debat, sudah dibuat sesi saling bertanya antar calon. Namun, tidak mungkin dilakukan dari awal hingga akhir debat. 

Baca Juga : Perteta Juluki Amran Bapak Mekanisasi Pertanian Indonesia

“Sudah kita beri kesempatan saling bertanya dan membuat pertanyaan sendiri. Nanti, kalau saya kasih segmen 1 sampai terakhir saling tanya, kamu pasti protes lagi. Kok saling tanya terus,” ucapnya. Arief menegaskan, model pertanyaan bebas sudah diterapkan di debat capres kedua. Pada segmen kelima yakni pertanyaan eksploratif sesama kandidat boleh saling bertanya tanpa terikat panelis.
 Selanjutnya 

RM Video