Sampaikan Optimisme, Bukan Pesimisme

Besok, Jokowi Sampaikan Pidato Kebangsaan

Klik untuk perbesar
Presiden Joko Widodo (Foto: Twitter @jokowi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Minggu (24/2) besok, Capres 01 Jokowi akan menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara "Konvensi Rakyat" di Sentul International Convention Center (SICC). Rencananya, Jokowi akan didampingi Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin.

Pidato Jokowi ini dipastikan berbeda dengan Prabowo Subianto. Jokowi dipastikan menyampaikan optimisme. Bukan pesimisme.

"Acaranya Minggu (24/2) besok. Judulnya adalah 'Konvensi Rakyat' dengan tema 'Optimis Indonesia Maju'," jelas Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Panitia "Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju" di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (22/2).

Bahlil mengatakan, kegiatan ini bukan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Kampanye Nasional (TKN), Tim Kampanye Daerah (TKD), dan perwakilan relawan. Dalam acara ini, kata Bahlil, hadir sekitar sepuluh ribu massa. Baik dari parpol pendukung, relawan dan tim kampanye daerah. “Mulai sekitar pukul 15.00 sampai 16.00 WIB. Acaranya start sekitar pukul 17.00 WIB. Insya Allah, Pak Jokowi akan datang setelah shalat Magrib,” kata dia.

Bahlil menjelaskan, jumlah undangan yang hadir diperkirakan akan banyak, mengingat tingginya antusiasme pendukung.

Berita Terkait : Presiden Iran Berikan Ucapan Selamat Untuk Jokowi

“Karena mereka sudah lama menantikan pikiran-pikiran besar, gagasan-gagasan besar dari Pak Jokowi untuk membangun optimisme dalam rangka pembangunan bangsa ke depan,” tutur Bahlil, yang menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Milenial Capres 01 Jokowi.

Bahlil menegaskan, pidato Jokowi dipastikan berbeda dengan Prabowo Subianto. “Kalau Pak Prabowo sering menyampaikan pesimisme, kami membangun optimisme. Beda jauh kan,” tandasnya.

Dijelaskan, Jokowi akan menyampaikan gagasan-gagasan yang optimis tentang Indonesia 2019-2024. Karenanya, dia ber- harap, acara tersebut disoroti masyarakat dari Aceh hingga Papua melalui media.


“Apa yang akan dibangun oleh Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024 ini momentumnya,” tegas Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

Bahlil mengatakan, penting bagi publik untuk mengetahui apa saja yang dikerjakan Jokowi pada periode kali ini. Kemudian publik juga harus tahu program apa yang akan dikerjakan Jokowi, sebagai kelanjutan pemerintahannya yang sekarang.

Berita Terkait : Situng KPU Capai 83,80 Persen, Jokowi Semakin Tak Terkejar

Bahlil menilai hal ini lah yang akan membuat pidato Jokowi berbeda dengan Prabowo. Me- nurutnya, capres 02 lebih banyak berbicara soal mimpi-mimpi ke depan. Sementara Jokowi, menyampaikan apa yang sudah dilakukan, serta program lanjutannya.

“Kalau Pak Jokowi sekalipun dalam keadaan susah, itu dia membangun optimisme. Beda dengan penantangnya,” tegas Bahlil.

Rencana pidato kebangsaan Jokowi sebelumnya pernah diungkap Abdul Kadir Karding. Saat itu, Wakil Ketua TKN ini menanggapi pidato kebangsaan yang dilakukan Prabowo.

“Kami sedang mempersiapkan (acara serupa), setelah itu (acara Prabowo),” ungkap Karding. Namun saat itu, Karding enggan membocorkan apakah acara akan diisi oleh timses atau paslon. “Rahasia. Pokoknya kami siapkan, setelah (acara) Prabowo-Sandi,” ujar politisi PKB ini.

Sementara itu, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menilai pidato Jokowi nanti adalah hal yang biasa. Bahkan, dia menebak, materi yang disampaikan Jokowi tidak ada yang berbeda dari sebelum- sebelumnya.

Berita Terkait : Pemerintahan Kedua Jokowi Harus Jamin Kepastian Dunia Usaha

"Paling yang disampaikan soal jalan tol dan beberapa program infrastruktur yang lain. Lalu apa yang baru?" cetusnya.

Ferdinand menilai, sepanjang masa kampanye Pilpres, tidak ada hal- hal baru yang disampaikan Jokowi ke publik. Maka, tidak pantas jika nantinya acara tersebut dianggap akan menampilkan gagasan yang besar. Kecualu, hanya sebuah retorika. [HEN]