Baru Turun Bulan Maret

Apa Bisa SBY Dongkrak Prabowo Dalam 1 Bulan

Klik untuk perbesar
Direktur Emrus Corner Emrus Sihombing (Foto; IG #emrussihombing)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rencana Susilo Bambang Yudhoyono kampanye buat Prabowo-Sandi pada bulan Maret diapresiasi parpol koalisi. Namun, hanya 1 bulan kampanye, mungkinkan SBY bisa dongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi? Partai Demokrat memastikan, Ketua Umumnya akan tetap pegang komitmen untuk menangkan Prabowo-Sandi. SBY, akan kampanye pada Maret 2019 atau sebulan sebelum hari pemungutan suara.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, sulit bagi Prabowo-Sandi mengharapkan efek elektoral dari SBY. Apalagi, bila kampanye yang dilakukan Presiden RI ke-6 itu hanya sekitar 1 bulan saja. “Ini seperti basa-basi politik aja. Mengapa bulan Maret baru turun kampanye, mengapa tidak dari awal ikut turun mengkampanyekan Prabowo - Sandi ?” kata Karyono saat dihubungi kemarin.

Berita Terkait : Diam-diam Ajukan Kasasi ke MA, Prabowo Diledek Yusril

Menurutnya, hingga hari ini, elektabilitas yang dimiliki Prabowo-Sandi masih tertinggal jauh dari Jokowi-Ma’ruf. Kalau kondisi ini terus terjadi hingga Maret 2019, sulit bagi paslon 02 bisa kejar ketertinggalan dari Jokowi-Ma’ruf. “Saya kira, sulit sekali dalam 1 bulan bisa dongkrak elektabilitas.

Meskipun SBY ikut turun kampanye. Justru publik makin bertanya soal hubungan koalisi antara Demokrat dan Gerindra,” katanya. Pasalnya, sejak awal berkoaliBaru Turun Bulan Maret Apa Bisa SBY Dongkrak Prabowo Dalam 1 Bulan si, hubungan antara Gerindra dan Demokrat cenderung kurang manis. Tak heran, bila publik banyak menyebut, Demokrat setengah hati dukung Prabowo.

Berita Terkait : Bertemu Jokowi Bulan Ini, Apa Prabowo Mau Minta Pulangin Rizieq?


Direktur Emrus Corner Emrus Sihombing mengatakan, idealnya koalisi terbangun berdasarkan kesamaan ideologi. Sehingga dukungan bisa diberikan dari awal bahkan sebelum masa kampanye dimulai. Emrus memandang, koalisi yang terbangun saat ini bersifat pragmatis. Sehingga dukungan yang diberikan kepada pasangan calon presiden-wakil presiden hanya diberikan saat kampanye saja. “Apalagi ini pertengahan menjelang ujung. Menurut saya kurang efektif,” kata Emrus.
 Selanjutnya