Debat Antar Cawapres Diprediksi Tidak Seru

Status Ulama Cawapres 01 Jadi Ganjalan Buat Sandi

Klik untuk perbesar
Cawapres 01 KH Maruf Amin (kiri) dan Cawapres 02 Sandiaga Uno (kanan) . (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Debat ketiga yang mempertemukan antar cawapres diprediksi bakal kurang greget. Status Ma’ruf Amin sebagai ulama, bikin Sandi nggak berani lakukan serangan.

Selain sebagai cawapres 01, Ma’ruf Amin masih berstatus sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tentunya, status ulama masih tetap melekat pada diri Ma’ruf Amin.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, status ulama Ma’ruf jadi ganjalan bagi Sandi. Hal ini akan mempengaruhi kualitas debat cawapres, hari Minggu besok.

Berita Terkait : TKN Tak Ubah Strategi Kampanye

“Coba anda bayangkan ketika Ma’ruf memberikan pemaparan. Sandi hanya bilang Sandiko Dawuh. Kalau seperti itu kan jadi kurang menarik, tidak berimbang,” ucapnya dalam diskusi Kedai Kopi bertajuk ‘Siapa Berani Mendebat Ulama?’ di Jakarta, Kamis (14/3).

Supaya debat lebih menarik, pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini menyarankan kepada Ma’ruf untuk melepas identitas dirinya sebagai ulama. Sehingga keduanya sama-sama berstatus sebagai calon orang nomor dua di Indonesia.

“Biar lebih adil dan seru. Kiai Ma'ruf harus mau melepas jaket ulamanya. Dia harus berani me-declare bahwa saya Ma'ruf Amin saya cawapres nomor 01,” tuturnya.

Berita Terkait : Hasto: Sandi Kalah Visioner Dengan Kiai Maruf

Menurutnya, jika eks Rais Aam PBNU tersebut berani melakukannya, maka Sandi akan memberikan perlawan. Rasa segan terhadap lawan debatnya akan sedikit berkurang. Sehinga bisa berdebat layaknya ketika Sandi masih menjadi cawagub DKI.

“Pertanyaannya, berani atau tidak Kiai Ma'ruf melepas jaket sebagai ulama berdiri tegak melawan Sandiaga Uno dengan title sama-sama politisi?,” urainya.

Namun, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade, tidak sependapat dengan Hendri. Menurutnya, selain sebagai Ketua MUI, Ma’ruf Amin itu adalah politisi. Bahkan karir politik Ma’ruf sudah dimulai sejak lama, tahun 1971.

Berita Terkait : Ma’ruf Vs Sandi Bukan Sekadar Kiai Vs Santri

“Beliau (Ma’ruf) sudah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari utusan golongan. Lalu, 1973-1977 menjadi anggota DPR RI dari PPP, 1977-1982 beliau menjadi anggota DPRD DKI dari PPP. Tahun 1997-1999 anggota MPR RI (dari) PKB. Lalu 1999-2004 beliau adalah anggota DPR RI dari PKB. Terakhir beliau menjadi anggota Wantimpres 2007-2014,” kata Andre.
 Selanjutnya 

RM Video