Merespon Video Viral Penculikan Aktivis 1998

Agum Tak Tahu Dilema Politik Yang Dihadapi Demokrat

Klik untuk perbesar
SBY setia menemani Ibu Ani, yang tengah berjuang melawan kanker darah di National University Hospital Singapura. (Foto: Twitter AHY).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beredar whatsaap yang disebut dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, siang ini. Isinya merespon video pernyataan Agum Gumelar yang menceritakan detail penculikan aktivis di tahun 1998. 

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, yang dikonfirmasi Rakyat Merdeka-RMcoid menjawab singkat saat dikonfirmasi tentang whatsaap tersebut. “Untuk internal kader Demokrat itu..” katanya. Isi whatsaap yang viral itu diberi judul atasnya: “Teman-teman, utamanya para kader Demokrat.”

Berita Terkait : Korban Dan Keluarga Masih Berharap Ada Penyelesaian

Berikut isi lengkapnya:
Setelah hampir 3 bulan saya "berpuasa" dan tidak berinteraksi di dunia media sosial, maaf, kali ini saya ingin menyampaikan sesuatu.
Tadi malam, ketika saya mendampingi Ibu Ani di rumah sakit "NUH" Singapura, saya harus menenangkan perasaan Ibu Ani yang terus terang terganggu dengan pernyataan Pak Agum Gumelar beberapa saat yang lalu.

Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak "happy" dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai "tidak punya prinsip".

Baca Juga : Banten Canangkan Gerakan Eliminasi TBC

Melihat Ibu Ani sedih, saya juga ikut sedih. Mengapa? Ibu Ani saat ini sedang berjuang untuk melawan dan mengalahkan kanker yang menyerang dirinya. Ibu Ani bersama saya, siang dan malam, sedang berusaha untuk menjaga semangat dan kesabaran, agar tetap kuat menghadapi serangan kanker yang menimpa Ibu Ani.  Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani saya sedih kalau ada berita yang justru menggangu hati dan pikirannya.
 Selanjutnya 

RM Video