Malam Ini Debat

Ma’ruf Vs Sandi Bukan Sekadar Kiai Vs Santri

Klik untuk perbesar
Cawapres 01 KH Maruf Amin (kanan) dan Cawapres 02 Sandiaga Uno (kiri). (Foto : IG@sandiuno)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Malam nanti, Minggu (17/3) Kiai Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno bakal bertemu di panggung debat. Debat para cawapres ini akan menjadi pembuktian cawapres bukan cuma ban serep. Juga bukan sekadar perdebatan antara kiai dan “santri”.

Debat tahap ketiga Pilpres ini dijadwalkan pukul 8 nanti malam di Hotel Sultan, Jakarta. Debat kali ini hanya mempertemukan para cawapres dan mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan kebudayaan.Debat akan dipandu Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas.

Sebelumnya KPU sudah menunjuk 9 panelis untuk merancang pertanyaan. Mereka adalah Guru Besar atau Rektor di sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air. KPU menyatakan segala persiapan sudah rampung.

Sabtu (16/3), KPU melakukan gladi bersih untuk menyempurnakan semuanya. Termasuk finalisasi pertanyaan yang akan disampaikan kepada para kandidat Seluruh pihak terkait, mulai dari pengelola hotel, aparat keamanan, hingga stasiun televisi penyelenggara ikut serta dalam gladi bersih.

Berita Terkait : Maruf Serukan Rekonsiliasi Seluruh Komponen Bangsa


Kedua kandidat tampak santai menghadapi pertarungan. Cawapres Ma’ruf Amin misalnya, pada Kamis masih berkeliling untuk kampanye. Dia bilang, tak ada persiapan sepesifik menghadapi Sandi. “Persiapan debat ya ngobrol-ngobrol saja nggak ada yang spesifik,” kata Ma’ruf di kediamannya.

Salah satu yang jadi pikirannya adalah soal batasan waktu bicara di saat debat. Kata dia, sebagai seorang kiai, sudah menjadi kebiasaan menyampaikan gagasan tanpa memperhatikan batasan waktu.

Biasa berbicara panjang. 1-2 jam. “Ketika dibatasi, ya tentu tidak mudah. Saya mesti menyesuaikan diri,” kata Ma’ruf. Dia pun sudah siap melawan Sandi.

Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Lena Maryana Mukti mengatakan, Ma’ruf akan mengenalkan tiga kartu sakti; Kartu Pra Kerja, KIP-Kuliah dan Sembako Murah. Kartu-kartu itu akan berujung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berita Terkait : Ma’ruf Istirahat Di Rumah, Sandi Umrah Bareng Istri

Bagaimana persiapan Sandi? Eks Wagub DKI itu santai. Sabtu (16/3) pagi, Sandi menyempatkan diri berolah raga basket. Apa persiapannya? Kata Sandi, karena lawan debatnya seorang ulama dan kiai, dia harus menjaga sopan santun dalam menjawab.


“Haruslah (santun). Yang muda harus sopan sama kiai,” kata Sandi di Lapangan Basket Bulungan, Jakarta Selatan, kemarin. Sandi mengungkapkan, debat ini bukan untuk saling serang. Melainkan berdiskusi tentang gagasan program kerja 5 tahun ke depan. Sehingga bisa meyakinkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang baru.

“Kita kan nggak bisa melepas status beliau sebagai ulama besar. Kita hormati beliau. Kita mendapatkan yang terbaik dari beliau dan memberikan diferensiasi pendekatan Pak Jokowi seperti apa, pendekatan Prabowo-Sandi seperti apa,” ungkapnya.

Dalam debat nanti, Sandi akan fokus membahas ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis budaya. Dia bilang, Indonesia punya kekayaan seni dan budaya yang harus didorong untuk berkontribusi kepada ekonomi.

Berita Terkait : Belum Tentu 50 Tahun Lagi Ada Orang Banten Jadi Cawapres

Dewan Pakar Rumah Sandiaga Uno Indonesia, Lendo Novo mengatakan, Sandi telah siap. Bahkan, Sandi disebut telah mempelajari adab santri mengingat lawan debatnya seorang kyai.

Diketahui, Sandi memang pernah disebut oleh politisi PKS Hidayat Nur Wahid sebagai santri post-Islamisme. Lendo tak ingin, gara-gara gaya bicara Sandi yang dianggap tak sopan, bisa mengurangi pemilih dari warga nahdliyin.


“Tentu dia harus belajar adab-adab santri dan kiai. Kalau dia nggak paham, nanti diomongin sama santri, seperti wah ini Mas Sandi kurang ajar nih. Dia harus belajar begitu,” tandas Lendo. [BCG]

RM Video