Awali Kampanye Terbuka Di Banten, Jokowi Pamer Tiga Kartu Sakti

Klik untuk perbesar
Capres nomor urut 01 Jokowi kampanye di Banten, Minggu (24/3). (Foto: HEN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Capres nomor urut 01 Jokowi mengawali kampanye terbuka di Ciceri, Serang, Banten. Ada dua acara yang dihadiri Jokowi.

Pertama, silaturahmi bersama Majelis Pesantren Salafiyah di gelanggang olahraga Maulana Yusuf. Acara ini dihadiri oleh ratusan ulama Banten. Jokowi hadir sekitar pukul 15.28 WIB. Dia disambut lantunan shalawat yang digaungkan para santri. Di tempat ini, para kiai dan ulama deklarasi menyatakan dukungan kepada petahana.

Selanjutnya, Jokowi bergeser ke Stadion Maulana Yusuf. Jaraknya hanya hitungan meter dari lokasi pertama. Eks walikota Solo itu sudah ditunggu ribuan simpatisan dan para ketua umum dan sekjen partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Di antaranya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristoyanto.

Dikedua tempat ini, Jokowi memamerkan program tiga kartu saktinya. Yaitu, Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako Murah. Jokowi menjelaskan, KIP kuliah ditujukan bagi siswa siswa SMA yang ingin melanjutkan kuliah tapi tidak punya biaya. Kartu Pra Kerja, untuk melatih para lulusan SMA yang akan mencari kerja. Selama belum mendapat pekerjaan akan ada insentif. Tapi ada batas enam sampai dua belas bulan.

Berita Terkait : Pesawat Jokowi Mendarat Mulus Di Tengah Pekatnya Kabut Asap Riau

Sedangkan Kartu Sembako Murah, bisa digunakan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang murah. “Ini nantinya bisa digunakan semuanya oleh bapak ibu," ucapnya disambut tepuk tangan simpatisan.

Dikatakan Jokowi, saat ini program ketiga kartu tersebut belum diwujudkan. Nantinya akan direalisasikan ketika Jokowi menjadi presiden periode 2019-2024. "Karena tahun ini aggarannya belum dimasukkan ke APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tahun depan pasti sudah dimasukkan," ungkapnya.

Selain pamer kartu, eks Gubernur DKI itu juga meluruskan berbagai berita hoaks dan ujaran kebencian yang sering ditujukan kepadanya. Mulai dari Jokowi keturunan PKI, antek asing, melarang kumandang adzan, melegalkan perzinahan dan pernikahan sejenis. Penyebaran isu tersebut sangat masif. Tidak hanya melalui media massa namun sudah dari rumah ke rumah.


Jokowi meminta para pendukungnya untuk merespon atau melawan kabar bohong tersebut. Karena jika dibiarkan bisa merusak kerukunan masyarakat dan keutuhan bangsa. "Kalau kita diam saja. Kabar itu akan dianggap benar. Jadi harus dilawan dan diluruskan. Ceritakan yang sebenarnya, yang sesuai dengan realita bahwa kabar itu bohong semuanya," tegasnya.

Berita Terkait : Agrowisata Petik Buah Jeruk di Banjar Tingkatkan Pendapatan Petani

Selain itu, Jokowi juga menceritakan alasan memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Maruf dianggap memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang luar biasa. Tidak hanya dalam bidang agama yang menjadi spesialisnya. Tapi juga paham isu-isu terkini. Termasuk ekonomi era baru.

"Beliau cerdas, itulah mengapa saya pilih beliau sebagai cawapres mendampingi saya. Ini akan mempersatukan ulama dan umaro," ungkapnya.

Terakhir, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019 nanti. Tak lupa mengajak masyarakat untuk memilih dirinya bersama Ma'ruf Amin.

“Ingat hari Rabu 17 April 2019, jangan lupa pilih yang bajunya putih. Pilih yang bajunya putih ya saya ulang. Karana putih adalah kita,” terangnya.

Berita Terkait : Tak Perlu Didesak, Perhatian Jokowi ke Papua Sudah Luar Biasa

Diketahui, dalam surat suara pemilihan presiden 2019, Jokowi-Ma'ruf mengenakan baju putih dan berpeci. Khusus Ma'ruf, ada sorban khas yang melekat di pundaknya.

Setelah itu, ada simbolis memencet tombol sebagai pertanda bahwa dirinya siap memulai kampanye terbuka selama tiga pekan ke depan. Lalu, Jokowi juga mempraktikkan cara mencoblos surat suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Lengkap dengan replika surat dan kotak suara beserta alat pencoblos. Ia mencoblos surat suara bergambar dirinya bersama Ma'ruf. Setelah itu memasukkan ke kotak suara yang telah disediakan. [HEN]