Hari Pertama Kampanye Akbar

Jokowi Masuk Kandang Prabowo, Prabowo Masuk Kandang Jokowi

Klik untuk perbesar
Ribuan warga Banten tumpah ruah di alun-alun menuju Stadion Maulana Yusuf, Serang, Minggu (24/3). (Foto: Twitter Jokowi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kampanye terbuka Pemilu 2019 resmi dimulai, kemarin. Di hari pertama kampanye, kedua paslon memilih tempat kampanye di kandang lawan. Jokowi memilih Banten. Adapun Prabowo memilih Sulawesi.
Yang menarik, tempat pertama yang dikunjungi kedua capres itu adalah daerah yang pernah menyumbang kekalahan pada 2014.

Pada pilpres lalu, Jokowi tumbang di Banten. Prabowo juga keok di Sulawesi Utara. Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan JK kalah di Kota Serang dengan meraih 40,2 persen suara. Mereka dikalahkan oleh Prabowo-Hatta dengan raihan 59,8 persen suara.

Sedangkan secara umum di Provinsi Banten, Jokowi-JK juga merasakan kekalahan dengan raihan 43,04 persen suara. Sementara Prabowo-Hatta unggul dengan 56,96 persen suara. Begitu juga dengan Prabowo-Hatta yang mengalami kekalahan di Manado. Di kota ini, Prabowo-Hatta meraih 41,23 persen suara, sedangkan Jokowi-JK unggul 58,77 persen suara.

Berita Terkait : AS Pastikan Siap Kerja Sama dengan Jajaran Kabinet Jokowi

Kampanye Jokowi dipusatkan di GOR Maulana Yusuf Ciceri, Serang. Capres 01 itu memulai kampanye dengan menumpang kereta kuda dari Alun-alun kota menuju GOR. Sejak bergerak dari alun-alun ratusan  simpatisannya ikut mengiringi. Beberapa tukang becak juga ikut mengiringi Jokowi menuju titik kampanye akbar.

Jokowi tampil dengan pakaian khasnya, kemeja putih dan celana hitam. Tiba di lokasi, Jokowi disambut ribuan peserta yang meneriakkan yel-yel "Hidup Jokowi". Para peserta membawa atribut kampanye beragam. Mulai dari bendera partai politik hingga kaos putih bertulis 01.

Ikut antara lain Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir dan Wakilnya, Moeldoko. Hadir juga Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Di atas panggung, Jokowi menyapa para kiai dan pimpinan Ponpes Salafiah se-Banten. Ribuan kiai dari berbagai pesantren melakukan deklarasi dukungan. Kepada para kiai, Jokowi bicara soal dirinya yang selama ini selalu difitnah, dihina dan direndahkan habis-habisan. 

Baca Juga : Baznas Raih Anugerah Syariah Republika 2019

"Saya langsung to the point. Saya ini sudah empat setengah tahun dihina, dicaci maki, difitnah-fitnah, dicela habis-habisan, direndahkan. Apa yang saya lakukan, diam saya nggak menjawab. Tapi saat ini saya perlu menjawab mengenai isu itu," kata Jokowi. 

Berbagai fitnah, kata Jokowi, antara lain tuduhan antek asing. Tuduhan PKI dan anti ulama. Yang baru juga muncul lagi seperti hoaks larangan azan, pendidikan agama akan dihapus, sampai perkawinan sejenis yang dilegalkan. 

"Apakah cara politik seperti ini akan kita teruskan. Kita mayoritas muslim penuh norma agama tata krama dan etika. jangan karena urusan politik, caranya jangan seperti tadi, segala cara dihalalkan," katanya.
Kepada wartawan, Jokowi mengatakan akan mengisi kampanye terbuka dengan menghadirkan kegembiraan kepada rakyat.
 Selanjutnya