Diserang 13 Kali, Jokowi Balas Prabowo Dengan Senyum Dan Serangan Halus 3 Kali

Capres 01 Jokowi (kedua kiri) dan Capres 02 Prabowo Subianto (kanan) dalam acara Debat Capres Jilid 4 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (31/3). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Capres 01 Jokowi (kedua kiri) dan Capres 02 Prabowo Subianto (kanan) dalam acara Debat Capres Jilid 4 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (31/3). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menilai karakter kepemimpinan Jokowi lebih visioner dan membumi dibanding Prabowo. Jokowi tampil penuh senyum tanpa emosi. Padahal, Hasto mencatat, Jokowi menerima serangan 13 kali.

Namun, mantan Walikota Solo itu hanya membalas dengan jawaban membumi dan serangan halus sebanyak 3 kali. “Senyuman Jokowi penuh harapan, mencari solusi persoalan dan membangun masa depan. Sementara serangan Prabowo hanyalah ilusi persoalan. Jebakan masa lalu di Hambalang,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP Jakarta, Minggu (31/3).

Berita Terkait : Jika Terjadi Karhutla, Jokowi Bakal Copot Pejabat TNI/Polri Di Daerah

Ilusi persoalan masa lalu yang dimaksud Prabowo di antaranya budaya “ABS” alias Asal Bapak Senang, kekayaan yang hilang ke luar negeri, korupsi stadium 4, kebocoran parah, hingga pernyataannya lebih memilih menggunakan teknologi lama.

"Semua hal itu dapat menjadi ilustrasi, bagaimana Prabowo masih terjebak dalam memori masalah masa lalu,” jelas Sekjen PDI Perjuangan ini.

Baca Juga : Merapi Meletus, Penerbangan di Solo Dialihkan Wilayah Tak Terdampak

Sementara Jokowi, mengatasi budaya masa lalu itu dengan sederhana. Dia datang ke lapangan, monitoring, evaluasi dan membangun sistem transparansi digital terapkan teknologi IT. “Itulah yang dilakukan Jokowi,” ujarnya.

Ia juga mengibaratkan, penggunaan teknologi lama yang disampaikan Prabowo seperti kuda. Sedangkan teknologi modern yang digunakan Jokowi, seperti mobil Kijang. “Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap kegemaran Pak Prabowo memelihara kuda impor, dalam sistem transportasi, maka mobil Kijang dengan daya laju yang melaju begitu besar akan mengalahkan teknologi lama kuda dari Hambalang,” sindirnya.

Baca Juga : Telkomsel Gandeng Microsoft Bantu Daerah Terpencil Melek Internet

Sementara dalam politik pertahanan, Jokowi percaya pada laporan TNI, membangun kebanggaan terhadap martabat dan jati diri TNI untuk menguasai dan kembangkan teknologi persenjataan, dan siber.

“Serta memperkuat gelar pasukan di wilayah strategis terluar NKRI adalah pilihan utama dan komitmen pembumian politik pertahanan Jokowi untuk TNI,” tandasnya. [OKT]