Gerakan Rabu Putih

GP Ansor DKI Terjunkan 5.000 Kader Kawal TPS

Klik untuk perbesar
PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta dalam Rakorwil, di Kantor PWNU DKI Jakarta, Minggu (31/3). (Foto: Dok. Pribadi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta bakal menerjunkan 5.000 anggotanya untuk mengawal proses pemungutan suara di TPS-TPS pada hari pencoblosan, 17 April nanti. Pengawalan ini sesuai dengan instruksi dari Pengurus Pusat GP Ansor mengenai Gelaran Rabu Putih.

Untuk mematangkan gerakan ini, PW GP Ansor DKI bersama para Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor se-DKI Jakarta mengadakan Rakorwil, di Kantor PWNU DKI Jakarta, Minggu (31/3). Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis.

Azis menjelaskan, Gerakan Rabu Putih juga sebagai bentuk melawan hoaks. "Dalam rangka melawan hoaks dan kampanye hitam, maka kami bikin Gerakan Rabu Putih seperti yang diinstruksikan Pimpinan Pusat GP Ansor,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Berita Terkait : Pemilu Serentak 2019 Sukses, Mendagri Apresiasi Semua Pihak

Selain itu, lanjut Azis, GP Ansor dan Banser DKI Jakarta juga wajib untuk mengkampanyekan gerakan jangan takut nyoblos dan jangan golput ke masyarakat. Dengan kehadiran GP Ansor di TPS, dia berharap, tidak ada lagi masyarakat yang takut dengan intimidasi pihak tertentu.

Azis menambahkan, suhu sosial politik di masyarakat mendekati waktu pencoblosan semakin memanas. Isu hoaks dan fitnah tak juga samakin masif dan terstruktur. Menyebar di berbagai sosial media dan group komunikasi seperti Whatsapp dan aplikasi lain.

Berdasarkan data Mafindo, selama Juli sampai September, hoaks politik paling banyak dibandingkan isu lainnya. Mafindo mencatat, terdapat 230 hoaks yang terklarifikasi sebagai disinformasi selama periode Juli-September 2018. Rinciannya, hoaks pada Juli 2018 sebanyak 65 konten, Agustus 2018 sebanyak 79 konten, dan meningkat menjadi 107 konten pada September 2018.

Baca Juga : Kabinet Kerja I Berakhir, Nila Moeloek Ingin Tetap Mengabdi

Pantauan Kominfo menunjukkan hal yang sama. Selama Januari 2019, telah ada penyebaran hoaks sebanyak 175. Kemudian meningkat pada Februari menjadi 353. Dari ratusan hoaks itu, sebanyak 23 persen berkaitan dengan politik.

Dari analisa tersebut, kata Azis, tentu tidak dapat dianggap remeh. Dengan semakin banyaknya hoaks, angka golput di Pilpres 2019 diprediksikan bakal meningkat tajam. Selain minimnya informasi masyarakat, menguatnya sentimen politik identitas dan hoaks diprediksi semakin menambah angka golput pada Pilpres kali ini.

Azis menegaskan, GP Ansor dan Banser DKI Jakarta bertanggung jawab untuk membantu Polri dan TNI dalam menjaga keamanan selama berlangsungnya pencoblosan 17 April di DKI Jakarta. Makanya GP Ansor turun untuk memutihkan setiap TPS. [USU]

RM Video