Unggul Di Berbagai Survei

Jokowi-Ma’ruf Amin Di Ambang 2 Periode

Klik untuk perbesar
Paslon 01 Jokowi-Maruf Amin pada saat debat capres pertama, Kamis 17 Januari di Hotel Bidakara, Jakarta. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berbagai lembagai survei menempatkan Paslon 01 Jokowi-Amin masih unggul dari rivalnya. Sisa waktu pencoblosan yang tinggal 2 pekan lagi, Jokowi di ambang 2 periode.

Rabu (3/4), lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) merisil survei terbarunya. Survei yang digelar hingga akhir Maret itu menempatkan Paslon 01 unggul dengan elektabilitas sebesar 55,4 persen. Sementara Paslon 02 Prabowo-Sandi meraih suara 37,4 persen.

“Paslon 01 mendominasi pada kelompok gender, usia, desa/ kota, kelas ekonomi, etnis jawa, basis Nahdlatul Ulama (NU), pendidikan menengah ke bawah, terutama dari kalangan blue collours,” kata Direktur IPI Burhanudin Muhtadi, di Cikini, Jakarta, Rabu (3/4).

Angka swing voters dalam surveinya masih cukup tinggi, yakni sebesar 29,2 persen. Suara swing voters diprediksi tersebar merata.

Berita Terkait : Dengarkan Pidato Visi Indonesia Jokowi, 80 Ribu Pendukung Bakal Penuhi Sentul

“Maka diperkirakan kelompok swing dan undecided voters akan terdistribusi relatif merata kepada kedua paslon,” ungkapnya.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei kurang lebih 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan di angka 95 persen.

Sehari sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merisil survei terbarunya. Dalam survei tersebut, Paslon 01 unggul 20 persen dari Paslon 02.


“Pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul telak dibandingkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 56,8 hingga 63,2 persen. Sementara elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 36,843,2 persen,” tutur Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, kemarin (2/4).

Berita Terkait : Jokowi Sayang Prabowo

Survei LSI dilakukan pada 18-26 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling. Margin of error diketahui sebesar 2,8 persen.

“Melihat kekuatan yang ada, Jokowi bisa disebut sudah diambang 2 periode,” tutur Ardian. Ada alasan tertentu kenapa LSI Denny JA merilis hasil survei dengan mode rentang.

Penyebabnya, hasil perhitungan angka elektabilitas masing-masing kandidat, margin of error serta asumsi golput yang terjadi secara proporsional.

“Kalkulasi model seperti ini kami lakukan karena pilpres tinggal 16 hari lagi.” Ada sejumlah alasan, pihaknya prediksi Jokowi-Amin akan menang. Pertama, kepuasaan terhadap kinerja Jokowi sebagai presiden inkumben tinggi.

Berita Terkait : Megawati Ucapkan Selamat Ke Jokowi Dua Periode

Kedua, Jokowi dianggap memiliki program populis yang diketahui luas. Ketiga pribadi Jokowi lebih disukai. Keempat, Jokowi unggul telak di kantong pemilih loyal, yaitu pemilih minoritas.

Terakhir, Jokowi unggul telak di kantong pemilih besar dan penting. Kelompok ini adalah kalangan wong cilik. Selain IPI dan LSI Denny JA, lembaga survei lainnya juga memprediksi hal yang sama.

Di survei Indo Barometer, pasangan 01 meraih 50,8 persen, sedangkan 02 mendapat 32 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 17,2 persen.


Pada survei lainnya, seperti yang digelar CSIS, Vox Populi, New Indonesia Research dan Consulting serta Charta Politika, Jokowi-Amin unggul dari Prabowo-Sandi. Bahkan selisih antar kedua paslon relatif tinggi yakni sekitar 20 persen. [MHS]