Pilpres 11 Hari Lagi

JK: Capres Tegang

Klik untuk perbesar
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wapres Jusuf Kalla alias JK menyebut Pilpres tinggal 11 hari lagi bakal jadi ujian bagi bangsa. Juga bagi dua paslon capres-cawapres. Ada harapan. Juga ada ketegangan.

Soal ini disinggung JK saat membuka Festival Kebangsaan II di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin.

Selain JK, hadir juga beberapa tokoh. Antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

“Memang kami sebagai bangsa itu selalu diuji. 11 hari lagi pemilu, juga ujian antara harapan dan ketegangan. Bagi yang ikut tentu harapan, sekaligus tegang menang atau kalah,” tutur JK.

Berita Terkait : BJ Habibie dalam Pandangan JK

Setelah pilpres, umat Islam di Indonesia juga akan kembali menjalani ujian berupa bulan Ramadan. Sama seperti pilpres, Ramadan bukan sekadar ujian, tetapi juga merupakan kenikmatan. JK menyebut, segala ujian akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang lebih besar.

Bangsa, dijelaskan JK, berbeda dengan negara. Negara ada batasnya. Sementara bangsa, tidak. Batasan bangsa adalah kesamaan, perasaan, dan tujuan.


“Itulah yang mempersatukan kami sebagai bangsa. Kami menghargai kebangsaan dengan kebhinekaan. Perbedaan bukan kelemahan. Tapi perbedaan adalah kekuatan,” jelasnya.

Meski berbeda-beda, Indonesia mempunyai kekhasan yang tak dipunyai negara atau bangsa lain. Salah satunya memiliki 17 ribu pulau. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kepulauan terbesar di dunia. Kekhasan lain, Indonesia terdiri atas beragam suku. Seperti Jawa, Batak, Makassar, dan lainnya.

Berita Terkait : Sejarah Baru, Seskoal Terima Kunjungan Wapres Jusuf Kalla 

“Coba bayangkan kalau semua bangsa ini orang Jawa, pasti semua halus dan berbicara halus dan kadang kita juga tidak pahami. Atau semua orang Makassar, semua bicara keras semuanya, atau orang Batak,” selorohnya disambut tawa para hadirin.

JK berpesan, nilai-nilai kebangsaan dan persatuan harus tetap terjaga di tengah panasnya kontestasi politik saat ini. Ia tak ingin Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia bernasib seperti negara-negara di Timur Tengah.

“Kita negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, alhamdulillah juga damai, dibanding negara Islam di Timur Tengah. Semua modal-modal itu, menjadi modal bagi kita untuk maju, ini bukan beban,” pesannya.

Ketua PMI itu menekankan, ada tiga 3 hal yang harus disatukan untuk memajukan sebuah bangsa. Pertama, pemerintah yang bersih, tegas, dan mempunyai aturan-aturan yang baik. Kedua, teknologi, ilmu yang dikuasai bangsa. Dan ketiga kewirausahaan. Tidak ada negara maju tanpa ketiga faktor itu.

Berita Terkait : Soal Listrik, JK: Perlu Kepastian Hukum

Pesan JK agar masyarakat ikut menyukseskan pemilu damai kembali disuarakan saat menghadiri acara Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Jenggala Center (JC) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sore harinya. Acara ini mempertemukan lintas tokoh masyarakat dan tokoh agama, khususnya daerah Pulau Lombok. Dia kembali mengingatkan jangan sampai perbedaan politik malah memecah belah suatu bangsa.


JK juga menyempatkan mengunjungi dan berdialog dengan korban gempa di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Dia didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Ketua DMI itu juga meninjau langsung proses rekonstruksi rumah tahan gempa yang dibangun untuk warga korban gempa Lombok. [OKT]