TKN Kritik Pernyataan Prabowo Soal Dana Pensiun Untuk Koruptor

Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristyanto, menilai ucapan Capres 02 Prabowo Subianto soal dana pensiun untuk para koruptor, sangat kontraproduktif.

"Kita tidak memberi toleransi pada koruptor, apalagi dengan memberikan dana pensiun," ujar Hasto di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti dikutip Antara, Rabu (10/4).

Baca Juga : KBRI Dukung Pameran Hannover Messe 2020 di Paris

Hasto menegaskan, pihaknya sependapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas.

Karena itu, Hasto menilai, ucapan Prabowo dalam kampanye terbuka di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta beberapa waktu lalu, menunjukkan Prabowo tidak berdaya saat berhadapan dengan para calon anggota legislatifnya, yang mantan koruptor.

Baca Juga : Terpilih Jadi PM Malaysia ke-8, Muhyiddin Sujud Syukur di Rumahnya

"PDI Perjuangan tidak memberikan ampun bagi para kader partai yang terlibat korupsi," lanjut Hasto.

Dia mengatakan, PDIP akan memberikan sanksi tegas kepada kader yang terbukti korupsi berupa pemecatan.

Baca Juga : Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

Sementara itu, anggota dewan pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon, mengatakan ucapan Prabowo dalam kampanye terbuka di GBK Jakarta adalah sebuah kelakar.

Fadli Zon mengatakan yang dimaksud Prabowo sesungguhnya bukanlah memberikan pensiun bagi koruptor, namun koruptor justru harus mengembalikan uang korupsi kepada negara. [HES]