Kampanye Di Kalbar

OSO Targetkan Jokowi Raih 70 Persen

Klik untuk perbesar
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta saat memimpin kampanye terbuka Partai Hanura, di Lapangan Sepakat, Kecamatan Delta Lawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta mengajak kader, simpatisan, dan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) memilih Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. OSO, sapaan Oesman Sapta, menargetkan, Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebesar 70 persen di provinsi tersebut.

“Kita harus menangkan Pak Jokowi, di Kalimantan Barat. Kita targetkan kemenangan sebesar 70 persen. Kenapa kita harus memilih dan menangkan Pak Jokowi? Karena hanya Pak Jokowi yang pernah mengunjungi Kabupaten Kayong Utara, (Kalbar),” ucap OSO dalam kampanye terbuka, di Lapangan Bola Sukadana, Kayong Utara, Kalbar, kemarin.

Setelah dari Sukadana, OSO melanjutkan kampanye terbuka Partai Hanura di Kabupaten Ketapang. Dalam kampanye di Lapangan Sepakat, Ketapang, OSO kembali mengajak simpatisan dan kader Partai Hanura serta masyarakat untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Berita Terkait : Ria Irawan Sakit Kanker Lagi, Jokowi Kirim Bunga dan Doa

“Kita pilih pemimpin yang bermartabat. Kita dukung Jokowi karena sudah terbukti membangun daerah,” ujar OSO disambut teriakan “Jokowi... Jokowi... Jokowi....” oleh ribuan massa.


Pada kesempatan itu, OSO juga menyerukan kepada para kadernya agar tidak mempercayai hoaks atau berita bohong. “Ada hoaks yang mengatakan kalau Jokowi terpilih, azan tidak ada lagi. Itu bohong. Kalau ada berita yang menyatakan jika Jokowi terpilih lagi, kita tidak akan bahagia. Itu juga bohong. Ketika Jokowi terpilih lagi, kita jadi lebih makmur,” tegas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini.

Sebelumnya, OSO juga mengajak seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. Wakil Ketua MPR ini meminta, masyarakat menggunakan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang.

Berita Terkait : Mata, Hati dan Pikiran Jokowi Selalu ke Papua

“Satu suara menentukan masa depan bangsa,” ujarnya, saat kunjungan kerja ke Sukadana, Kayong Utara, Senin malam.

Dalam kesempatan itu, OSO mejelaskan, perbedaan Pemilu 2019 dengan Pemilu sebelumnya. Pada Pemilu tahun ini, Pilpres dan Pileg dilakukan secara bersamaan.

“Cara seperti ini suka atau tak suka harus dilaksanakan,” ujarnya.

Berita Terkait : 7 Pendiri Demokrat Usulkan Darmizal Masuk Kabinet Jokowi


Meski begitu, OSO juga membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu serentak. “Ke depan, pelaksanan Pemilu perlu dievaluasi. Mana yang lebih baik, Pemilu serentak atau Pemilu seperti sebelumnya,” tandasnya. [ONI]