Hoaks Hasil Pemilu Luar Negeri, Erick Duga Ada Rekayasa

Klik untuk perbesar
Ketua TKN Jokowi-Maruf, Erick Thohir (Foto: TKN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemilu makin dekat. Hoaks alias berita bohong seputar Pemilu, terus bergulir. Terbaru, beredar pesan berantai di media sosial terkait hasil penghitungan suara di luar negeri,  yang telah dilaksanakan sejak 8 April 2019. Padahal, masa pencoblosan surat suara untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri masih belum selesai, atau baru akan berakhir pada 14 April mendatang. 


Sesuai Pasal 167 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pemilu di luar negeri memang diselenggarakan lebih awal. Namun, penghitungan suaranya dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri, serentak  pada 17 April 2019.

Berita Terkait : TKD Banten Evaluasi Hasil Pilpres

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Erick Thohir menegaskan, kita harus mewaspadai aneka berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa memecah-belah. Ia mengimbau masyarakat untuk percaya kepada lembaga penyelenggara pemilu. "Ini merupakan rekayasa dari kelompok tertentu, yang ingin membuat suasana gaduh dan memanfaatkan situasi. Tidak pernah ada perhitungan lebih awal. Sesuai dengan UU Pemilu, semua akan dihitung bersamaan," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4).


“Jangan mudah percaya terhadap informasi di jagat maya, yang belum tentu benar. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan mengecek sumber berita, sebelum menyebarkan melalui media sosial. Menuju pesta demokrasi terbesar dalam sejarah negeri ini, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan juga kebersamaan dalam kegembiraan. Sehingga,  tidak mudah diombang-ambingkan oleh berita-berita bohong,” imbuhnya.

Berita Terkait : JK: Tingginya Animo dan Banyaknya Surat Suara Ikut Sumbang Masalah

Terkait hal ini, Komisioner KPU, Pramono Tantowi Ubaid membenarkan, penghitungan suara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif di luar negeri, masih belum dilakukan. Sehingga, belum bisa ditentukan siapa pemenangnya. 


“Penghitungan akan kita lakukan secara serentak pada tanggal 17 April, baik di dalam ataupun luar negeri. Jadi, kalau ada info soal hasil pemilu di luar negeri sekarang-sekarang ini, itu sudah pasti hoaks. Ini juga menjawab adanya informasi yang beredar di media sosial, WhatsApp, mengenai hasil pemilu di sejumlah negara. Hal itu sama sekali tidak benar," tutupnya. [HEN]
 

RM Video