Soal Surat Suara Tercoblos, Polisi Malaysia Rese

Klik untuk perbesar
Suasana penggerebekan surat suara tercoblos di Malaysia. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penuntasan kasus surat suara tercoblos di Malaysia masih jauh panggang dari api. Pasalnya, begitu perwakilan KPU dan Bawaslu mengecek langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), polisi Malaysia rese. Tim dilarang masuk karena garis polisi belum bisa dibuka.

Ada tiga orang penyelenggara pemilu yang ditugaskan mengecek langsung ke Malaysia yakni Komisioner KPU Ilham Saputra, Hasyim Asy’ari dan Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo. Ketiganya bertolak ke Malaysia, Jumat (12/4).

Tujuan kedatangan mereka, mengecek langsung ke TKP apakah surat suara tercoblos yang viral di dunia maya itu merupakan kertas asli cetakan KPU atau bukan. Sebuah alat untuk memastikan kertas suara sudah dibawa, tapi mereka gagal mengecek lantaran dilarang polisi Malaysia.

Kegagalan tim penyelenggara pemilu di Negeri Jiran disampaikan Ilham Saputra. Mereka gagal masuk ke ruangan tempat surat suara tercoblos tersimpan. Sebab, tempat tersebut sudah dipasang garis kepolisian Malaysia.

"Kami kemarin tidak mendapat akses untuk cek surat suara yang katanya sudah dicoblos. Dari mana sebenernya surat suara itu, kami tidak dapat akses," kata Ilham di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Kemenlu Temui WNI Korban Perkosaan Politikus Malaysia

“Kami punya alat untuk bisa memastikan surat suara itu benar diproduksi oleh KPU atau bukan. Tapi kami tidak mendapatkan akses (mengecek surat suara)," imbuhnya.


Hingga KPU kembali ke Tanah Air, pihak kepolisian Malaysia belum memberikan akses bagi penyelenggara pemilu mengecek surat suara tersebut. Namun demikian, KPU dan Bawaslu telah meminta keterangan dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Panwaslu Kuala Lumpur dan sejumlah orang lainnya.

Tetapi, belum ada keterangan dari orang-orang yang muncul dalam video surat suara tercoblos. Menurut Ilham, pihaknya juga sudah melakukan berbagai cara. Termasuk, bertemu Dubes Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.

“Pak Dubes kami mintai tolong untuk kemudian negosiasi dengan polisi Malaysia supaya bisa akses surat suara itu. Sedang diupayakan, tapi sampai kami pulang, itu belum dapat aksesnya,” katanya.

Senada, Ratna Dewi Pettalolo menceritakan sulitnya masuk ke TKP. Padahal, dia sudah berada di depan dua bangunan yang diduga menampung suara tercoblos. Tapi, tempat itu dijagai polisi Malaysia. Polisi Malaysia melarang siapapun masuk. "Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi akses masuk," kata Ratna.

Berita Terkait : KPU Berharap Kedua Paslon Bisa Hadir

Menurutnya, Bawaslu sudah mendapat informasi soal surat suara dicoblos itu. Namun, dia harus memastikan langsung karena ada beberapa hal yang masih dipertanyakan. "Informasinya ada tiga jenis tas yakni hitam, putih, dan coklat. Kita mau lihat isinya apa. Kedua, apakah isinya memang surat suara pos yang diproduksi KPU," kata Ratna.

"Ini akan menjadi fakta penting bagi kami penyelenggara, apa yang harus dilakukan dengan adanya peristiwa ini. Kita harus menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu," ujar Ratna.

Ketua Bawaslu, Abhan menyayangkan pihaknya gagal masuk ke TKP. Beragam cara dilakukan. Termasuk, berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk menyelidiki dugaan surat suara tercoblos.


Menurut Abhan, menjadi penting untuk tim investigasi mengambil barang bukti surat suara tercoblos yang berada di Selangor. Kemudian, KPU bisa memverifikasi dengan pencetak surat suaranya.

"Misalnya surat suara itu dicetak di perusahaan X, itu cukup ditanyakan saja ke X, bener nggak ini produksimu, kalau betul ya sudah clear," kata Abhan di kantornya, kemarin.

Berita Terkait : Cegah Massa Datang Dari Luar Daerah, Polisi Bakal Gelar Razia

Abhan mengatakan, Bawaslu ingin kasus ini bisa tuntas dalam waktu singkat. Kondisinya bakal lebih mudah kalau KPU sudah bisa menentukan keaslian surat surat tersebut.

"Itu kan yang bisa menyatakan (KPU). Tetapi ini kan baru dugaan, dari tim pengawas kami di sana bahwa itu ada dugaan benar (surat suara asli). Tapi ini baru dugaan," kata dia.

Netizen di Tanah Air geregetan. “Rese juga nih polisi Malaysia, kalau ketahuan itu cetakan KPU apa bukan kan cepet beres!” cuit @saktihapsoro.

Akun @abungunawan13 berharap kasus ini segera tuntas. “Harus segera d tuntaskan situasi ADU DOMBA ini, hal gampang rekaman video sudah ada bukti nyata udah jelas tinggal cek sidik jari dan wajah penuh dosa di cek 1per1... Biar segera jelas siapa aktor yang bikin masalah,” cuitnya. “Ya usahalah, diplomasi G to G, masa terkendala police line lalu brenti,” kicau @selvydante. [BSH]

RM Video