MK: Quick Count Baru Boleh Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat (quick count) dalam Pemilu 2019.  Dengan putusan ini, aturan publikasi quick count tetap mengacu pada UU Pemilu, yakni dua jam setelah pemilihan di zona Waktu Indonesia Bagian Barat berakhir. Pemilihan di wilayah Indonesia bagian Barat, baru berakhir pukul 13.00 WIB. Artinya, quick count baru bisa dipublikasikan pada pukul 15.00 WIB.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim MK Anwar Usman dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/). Pemohon dalam perkara ini adalah Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi). 

Berita Terkait : PDIP Menang Banyak, Disusul Gerindra, Golkar, PKB dan Nasdem


Para pemohon menilai, pasal yang menyebut aturan quick count baru boleh dipublikasikan 2 jam setelah pemungutan suara di zona waktu Indonesia Bagian Barat berakhir, dan pasal yang melarang publikasi hasil survei di masa tenang, bertentangan dengan Pasal 28 E ayat (3) dan Pasal 28 F UUD 1945. Alasannya, menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi.

Namun MK menilai, aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia Barat selesai, tidak menghilangkan hak masyarakat. "Hal yang seperti itu hanya menunda sesaat, demi melindungi hak suara pemilih," kata Hakim MK Enny Nurbaningsih saat membacakan pertimbangannya. 

Berita Terkait : Jokowi-Maruf Menang Tebal di Vietnam

Bila hasil quick count langsung dipublikasikan, hal tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya. MK khawatir saat hasil quick count dipublikasikan, ada sejumlah masyarakat yang belum menyalurkan hak pilihnya di wilayah Indonesia Barat. 


Selain itu, MK juga mempertimbangkan kemungkinan adanya afiliasi antara lembaga survei dan media yang mempublikasikan,  dengan pasangan calon tertentu. Ditambah lagi, hasil quick count belum tentu akurat. "Karena masih mengandung rentang kesalahan atau margin of error," ucap Enny.  [HES]

Berita Terkait : Prabowo Tuding Ada Kecurangan


 

RM Video