Selama Pencoblosan Di Belanda, Pemilu 2019 Rekor Pemilih Terbanyak

Klik untuk perbesar
(Foto KBRI Den Haag)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Suara alunan musik mengisi ruang-ruang tempat pemungutan suara (TPS) di Sekolah Indonesia Den Haag, Belanda. Berbagai tenda-tenda menjajakan panganan Indonesia turut mengisi sudut-sudut sekolah yang dipadati para pemilih.

Itulah beberapa kegiatan yang dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag bersama Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Den Haag untuk menyemarakkan proses pemilihan serentak di Belanda.

PPLN Den Haag juga melakukan inovasi seperti pendaftaran pemilih secara online dan penggunaan barcode untuk para pemilih yang telah memiliki formulir C6. Langkah ini mempercepat proses pendataan.

Berita Terkait : Syukuran Pemilu Damai, KBRI Den Haag Tumpengan


Pemilih yang datang dari seluruh pelosok Belanda telah antusias mendatangi TPS sejak pukul 09.00 waktu setempat. Di tengah cuaca yang dingin meskipun sudah memasuki musim semi. Sebanyak 4.530 WNI telah mengikuti pemungutan suara di TPS.

Menurut Moeljo Wijono, Ketua PPLN Den Haag 2019 yang juga ketua PPLN pemilu 2014, partisipasi pemilih tahun ini meningkat drastis. Pada 2014, warga ke TPS hanya 2.328 orang.

Dalam keterangan pers Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda, pertama kali partisipasi WNI di Belanda mencapai target KPU untuk mencapai 50 persen partisipasi pemilih di luar negeri. Jadi pemilu 2019 adalah rekor pemilih terbanyak sepanjang Pemilu diadakan di Belanda.

Berita Terkait : Gugatan Pilpres Jalan, Rekonsiliasi Tetap Oke

PPLN mengkalkulasi, 11.744 WNI yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) Belanda. Dari angka itu,  6.000  lebih memilih.  Lewat TPS sebanyak 4.530. Lewat pos berjumlah lebih dari 1.400 orang. Jumlah ini terus bertambah sampai dengan penghitungan suara pada 17 April 2019. Pemilu sebelum-sebelumnya, partisipasi pemilih di Belanda paling banyak 35 persen.


Lebih lanjut, Yance Arizona, anggota PPLN Den Haag menyampaikan, ini kali pertama PPLN mengadakan pemungutan suara di Sekolah Indonesia Den Haag, bukan di KBRI. PPLN telah gencar melakukan sosialisasi kepada WNI di Belanda dengan mengikuti kegiatan warga dan mahasiswa Indonesia di Belanda lebih dari satu tahun terakhir.

Untuk kelancaran transportasi pemilih, PPLN juga menyediakan tiga unit bus untuk sebelas kali penjemputan WNI dari Den Haag Centraal Station menuju ke TPS yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Berita Terkait : India Blokir Google dan Medsos

Membludaknya jumlah pemilih kali ini sudah diprediksi panitia. Karena itu diadakan sebanyak lima TPS. Berbeda dengan pemilu 2014 yang hanya satu TPS di KBRI. Namun besarnya antusias pemilih membuat panitia melakukan penyesuaian untuk mengakomodasi pemilih menyalurkan hak pilihnya sampai dengan penutupan TPS pada pukul 21.30.

Pemungutan suara di Den Haag akan dilanjutkan dengan penghitungan suara yang dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019 bersamaan dengan pemungutan dan penghitungan suara di Indonesia. [MEL]


 

RM Video