TKN Siap Bikin Syukuran Kemenangan Melawan Hoaks

Klik untuk perbesar
Paslon 01 Jokowi-Maruf usai pertemuan tertutup dengan Ketua Umum dan Sekjen Partai Koalisi di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (18/4). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mayoritas lembaga riset kredibel menempatkan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pemilu 2019 versi quick count. Meski begitu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf tak mau gegabah bikin syukuran kemenangan.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengatakan, syukuran yang akan diselenggarakan pihaknya adalah syukuran kemenangan melawan hoaks. "Walaupun hasil akhir quick count memperlihatkan kemenangan 01 dengan selisih angka yang signifikan, beliau masih menahan diri agar tidak memunculan euforia yang berlebihan. Pak Jokowi lebih banyak mengajak pendukungnya, untuk bersabar menunggu rekapitulasi suara dari KPU. Selain itu, Pak Jokowi menekankan seruan untuk menjaga persatuan dan persaudaran," tutur Ace dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/4).

Hal itu, kata Ace, merupakan bagian dari sikap kenegarawanan Jokowi, untuk lebih bersikap "menang tanpa ngasorake" (menang tanpa meninggi), dengan tetap menjaga perasaan kubu yang kalah.

Berita Terkait : Wacana Pilpres Dikembalikan ke MPR Bertentangan dengan Kehendak Rakyat

Sikap tersebut diyakini akan membuat semua elemen bangsa tetap tenang, menunggu hasil akhir KPU. Menghindari polarisasi, ataupun konflik-permusuhan yang pernah terjadi.


"Kalaupun ada syukuran atas kemenangan, dilalukan untuk mensyukuri kemenangan rakyat yang telah memberikan suaranya tanpa rasa takut, berani melawan intimidasi dan juga berani melawan hoaks. Kita tahu, Pemilu 2019 adalah pemilu yang ditandai dengan penggunaan strategi firehose of falsehood, gencarnya semburan fitnah dan hoaks yang menyerang Jokowi.

"Hoaks yang disemburkan ke Pak Jokowi begitu dahsyat. Mulai dari tuduhan PKI, antek-antek asing, kriminalisasi ulama sampai melarang adzan. Dengan menggunakan strategi ini, mereka berharap mengulang kisah sukses semburan hoaks, seperti pemilu Presiden AS dan Brazil. Tapi, rakyat Indonesia membuktikan dalam pemilu, bahwa mereka menang dari hoaks. Mereka menang melawan fitnah. Konsultan-konsultan asing yang disewa untuk menerapkan firehose of falsehood, perlu segera angkat kaki dari Indonesia," papar Ace.

Berita Terkait : Ace: Pidato Jokowi Dinilai Sudah Komprehensif

"Kemenangan rakyat melawan hoaks, patut disyukuri karena mengembalikan demokrasi Indonesia sebagai demokrasi yg sehat dan bermartabat," imbuhnya.

Ditegaskan, syukuran kemenangan 01 adalah syukuran kemenangan rakyat atas hoaks. Syukuran ini akan dilakukan dengan kreatif, penuh nuansa budaya, dan semangat merangkul semua.

"Karena Indonesia adalah rumah bersama kita yang berbeda suku, agama dan juga budaya. Jadi, ini syukuran yang riang gembira, penuh kedamaian. Bukan menebar ketakutan dan ancaman," tutup Ace. [HES]