Hasto Nantang Pihak Prabowo Adu Data

Ini Dadaku, Mana Dadamu?

Klik untuk perbesar
Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, saat meninjau war room di Hotel Grand Melia, Jakarta, Minggu (21/4). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kubu Jokowi-Ma’ruf gerah dengan kelakuan kubu Prabowo-Sandi yang berkali-kali mengklaim kemenangan pilpres. Padahal, hasil quick count sejumlah lembaga survei kredibel menyatakan, Jokowi-Ma’ruf lah yang menang Pilpres. Ditambah lagi, KPU masih melakukan penghitungan dan belum memutuskan pemenang.

Tak ingin terus berpolemik, Sekretaris TKN (Tim Kampanye Nasional) Joko- wi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menantang kubu 02 buka-bukaan data hasil hitung suara. Hasto yang sudah mengungkapkan keberadaan war room milik TKN, ingin tahu data yang dimiliki BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi. Kasarnya, Hasto nantang begini: ini “dadaku", mana "dadamu?".

Hasto heran dengan sikap kubu Prabowo-Sandi yang terus-terusan mengklaim kemenangan, tapi tanpa bukti rekapitulasi. Sampai sekarang, BPN tak mau membuka data hasil perolehan suara mereka. Di mana data C1 direkap dan sebagainya. Malah, Hasto mendengar kabar bahwa BPN sedang melobi Bawaslu untuk mendapatkan dokumen C1. Karena itu, lanjut Hasto, wajar apabila publik menuduh klaim kemenangan yang dilakukan, hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti.

Berita Terkait : Lebaran Hari Pertama, Prabowo Silaturahmi Ke Cendana

Menurut Hasto, sikap BPN yang tak mau transparan dalam rekapitulasi, tidak bersedia diaudit dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, hanyalah bukti kuatnya indikasi kebohongan dalam politik.

“Stop klaim kemenangan tanpa bukti rekapitulasi,” tegas Hasto, dalam pesan tertulis yang diterima redaksi RMcoid, kemarin.

Hasto lalu mengungkap keberadaan war room atau pusat rekapitulasi yang dimiliki TKN Jokowi-Ma’ruf. Dia ingin mengundang 2 orang perwakilan dari BPN dan 3 pengamat politik untuk melihat pusat hitung suara yang dimiliki TKN.

Berita Terkait : Kapal Prabowo Mulai Oleng

“Setelah itu, giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi,” ujarnya.

Terakhir, Hasto menyebut, dengan hasil hitung cepat yang bisa dipertanggungjawabkan, serta proses rekapitulasi yang akuntabel dan transparan, maka kemenangan Jokowi-Ma’ruf semakin pasti. Tinggal menunggu legalitas KPU yang dinanti.


“Energi bangsa sudah terkuras selama 8 bulan. Sudah saatnya curahkan segala daya, bangun kemajuan negeri,” ujarnya.

Berita Terkait : Cegah Pengacau, Wiranto Jaga KPU Dari 7 Mata Angin

Bagaimana tanggapan BPN? Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menolak memenuhi undangan Hasto  untuk melihat sistem rekapitulasi penghitungan suara pilpres milik TKN.
 Selanjutnya