Tolak Penghitungan Suara, Tarik Semua Saksi Di KPU

Prabowo Kalah Sebelum Perang

Klik untuk perbesar
Capres 02 Prabowo Subianto saat mendeklarasikan kemenangannya di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (14/5). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski sudah dinyatakan kalah dalam quick count sejumlah lembaga survei, sebenarnya Prabowo masih punya medan tempur lain yang bisa diperjuangkan karena KPU belum mengumumkan pemenang resminya.

Kalaupun kecewa dengan KPU, masih ada MK. Namun, Prabowo memilih menolak semua tahapan penghitungan di KPU. Dia juga menyatakan menarik semua saksi dari semua tingkatan.

Sikap Prabowo seperti ini disindir seperti “kalah sebelum perang.” Pihak Prabowo beralasan, mereka tidak mempercayai segala hasil Pemilu 2019. Mereka menuding, banyak kecurangan terjadi.

Berita Terkait : Daripada Ngamuk Sekarang, Mending Prabowo Persiapkan Diri Buat 2024

Kubu Prabowo membeberkan data-data kecurangan tersebut. Acara pamer data ini digelar dalam bentuk simposium bertajuk “Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019”, di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Acara dimulai sekitar pukul 3.30 sore. Yang hadir lengkap, kompak, dan meriah. Prabowo dan Sandi menyampaikan pidato berapi-api. Para elite partai pendukung yang mendampingi juga lengkap. Ada Amien Rais, Rizal Ramli, Tedjo Edhy Purdijatno, dan Rachmawati, Ketua BPN Djoko Santoso, dan Fadli Zon.

Mereka juga mengundang ahli siber, seperti Laode M Kamaludin dan Chairul Anas. Dari partai koalisi, ada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Harian Demokrat Syarief Hasan.

Berita Terkait : Terima Kekalahan Itu, Pahit Jenderal

Acara dimulai dengan pidato Sandiaga, Rizal Ramli, dan Djoko Santoso. Prabowo bicara di akhir. Inti dari semua pidato itu, mereka menuding telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif. Karena itu, mereka tak akan mengakui hasil perhitungan KPU.

Sandi, misalnya, menyoroti Situng KPU yang menampilkan puluhan ribu kekeliruan input. Kemudian soal praktik politik uang. Selain itu, ia juga mengungkapkan kesalahan dan kendala teknis dalam penyelanggaran Pemilu.


Mulai dari kotak suara yang dibakar, surat suara tercoblos, jutaan warga yang tidak mendapat undangan sebagai pemilih, kekurangan logistik hingga intimidasi.

Berita Terkait : Prabowo Omdo

Menurut Sandi, berbagai kendala itu menyebabkan perolehan suara 02 di daerah tertentu menjadi nol. “Jaga kedaulatan rakyat. Takbir! Merdeka!” kata Sandi, berapi-api.

Setelah itu, Tim BPN Laode Masihu mengungkap data kecurangan versinya dan data klaim kemenangan 02. Data kecurangan yang dimaksud seperti munculnya suara Pemilu siluman dan DPT ganda di Jawa Timur.

Menurut Laode, ada sebanyak 7,64 juta DPT bermasalah di Jawa Timur. Ia juga mengungkap hasil perhitungan versi C1 BPN. Dalam data tersebut, Jokowi-Ma’ruf meraup 44,14 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24 persen.
 Selanjutnya 

RM Video