Karding Bela Jokowi

Tantangan Cari Bentuk Tempe Tidak Substantif

Klik untuk perbesar
Sumber; Detik News

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pas Pasca Jokowi blusukan ke Pasar Bogor, polemik soal tempe belum juga hilang. Sandiaga Uno kini tantang Jokowi lomba cari ukuran tempe. Namun tantangan ini dianggap upaya menutupi hoaks tempe yang pernah dibuat Sandi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menganggap, blusukan Jokowi ke pasar di Bogor (30/10), tamparan keras buat Sandiaga Uno. Pasalnya, Sandi yang sering teriak-teriak harga kebutuhan pokok di pasar naik, berbanding terbalik dengan temuan yang didapat Jokowi. “Faktanya ternyata harga-harga memang tidak seperti yang disampaikan oleh Sandiaga atau tokoh-tokoh politik di pasangan Prabowo-Sandi,” kata Karding, di Jakarta, kemarin.


Politisi PKB itu mengaku heran, bila kini muncul tantangan baru yang diajukan Sandi. Apalagi, tantangan tersebut berlomba mencari ukuran tempe di dalam negeri. “Jangan cari alasan menghindar dari pernyataan yang tidak akurat. Terbukti kok, pernyataan pihak sebelah itu keliru dan sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegasnya. Karding mengaku setuju dengan Jokowi, kampanye harga mahal di pasar tradisional akan merugikan pedagang. Sebab, masyarakat bisa lari ke mal atau pasar modern yang harganya memang sedikit lebih mahal.

Berita Terkait : Ketemu Prabowo, Jokowi: Tak Ada Cebong Dan Kampret Lagi

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni menilai tantangan Sandi tidak substansial. Apalagi, kata Antoni, fakta mengenai tempe bisa dengan mudah dilihat dalam kehidupan sehari-hari. “Mereka yang sering ke pasar tahu bagaimana ukuran tempe. Mereka yang sering ke Singapura juga tahu perbedaan harga chicken rice di sana dan di Indonesia. Bicara lah lebih substantif daripada kita meributkan apakah tempe setipis ATM, apakah chicken rice di Singapura lebih murah ketimbang di Indonesia, yang secara faktual kita bisa lihat sehari-hari,” kata dia.


Diberitakan, Cawapres 02 bereaksi atas blusukan Jokowi ke Pasar Bogor. Sandi mengaku pernyataannya soal harga-harga pangan yang naik di pasar merupakan fakta dan merupakan keluhan warga, baik pedagang maupun pembeli. “Apa yang saya sampaikan itu kan murni dari suara para pedagang yang saya temui, bahwa pasarnya sepi, ada yang bilang bagus Alhamdulillah, ada yang bilang harganya stabil, ada yang bilang harganya fluktuatif, tergantung saya turunnya di pasar mana,” kata Sandi.

Berita Terkait : Tekan Defisit, Jokowi Minta Para Menteri Genjot Ekspor

Eks Wagub DKI Jakarta ini mencontohkan, ketika blusukan ke pasar di daerah Pekan Baru, Riau, harga kebutuhan pokok di sana mengalami guncangan atau tidak stabil. “Dan itu sangat logis karena dolar-nya naik, banyak produk makanan kita yang diimpor, ya harganya naik juga,” beber dia. Bahkan, Sandi mengajak Jokowi untuk lomba mencari bentuk tempe di seluruh pasar di Indonesia. Menurut Sandiaga, tempe bisa dijadikan salah satu bahasan pada Pemiihan Presiden 2019 karena merupakan makanan favorit di Indonesia. “Sekarang kita lakukan pencarian tempe seperti apa ke depan. Ini menarik, karena kita mengerucutkan pemilu ini ke satu diskursus ke makanan yang paling favorit di Indonesia,” kata Sandi. [HEN]

RM Video