Hendropriyono Pinjamkan Anjing

Polisi Cuma Bawa Gas Air Mata dan Tameng

Klik untuk perbesar
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, mempertontonkan puluhan anjing-anjing terlatih di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/5). (Foto: Tribunnews.com).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski ada ancaman teror bom, pendukung Prabowo-Sandi tetap akan menggelar aksi di Sudirman-Thamrin pada 22 Mei. AM Hendropriyono pun sedih. Sebab, info ancaman bom tak digubris.

Tak ingin ada kejadian memilukan, mantan Kepala BIN itu pun meminjamkan 150 anjing terlatihnya untuk bantu mengamankan Jakarta.

Sementara TNI-Polri memastikan siap mengamankan Jakarta. Menurut Hendro, ancaman bom itu nyata. Ia dapatkan langsung dari laporan polisi dan TNI. Adanya ancaman teror bom dibuktikan dengan penangkapan puluhan teroris.

Baca Juga : KPK Tunggu Ditjen PAS Kirim Daftar Nama Napi Yang Bakal Dipindah ke Nusakambangan

Ia meminta masyarakat tetap waspada. Karena mungkin saja ada teroris yang belum ketangkap dan akan melancarkan aksinya.

Hendro mencium ada skenario buruk dalam aksi 22 Mei. Menurut dia, aksi bom ini akan dijadikan alasan untuk memfitnah pemerintah karena tak bisa menjaga rakyatnya dalam rasa aman dan sejahtera.

Ujung-ujungnya aksi ini akan berakhir pada sebuah kudeta sipil. Kudeta yang diawali dengan memantik kemarahan masyarakat dan melampiaskannya kepada pemerintah.

Baca Juga : Buntut Plesiran Setnov, Kemenkumham Kaji Pemindahan Koruptor ke Nusakambangan

“Kalau sudah ada yang begini, ada yang ditembak, ada yang dibom. Maka jadilah, mereka bilang, martir,” kata Hendro saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia di Gedung Djoeang 48, Jakarta, Minggu (19/5).


Sadar akan ancaman itu, Hendro bersedia meminjamkan anjingnya untuk ikut mengamankan Jakarta. Total ada 150 anjing yang akan dipinjamkan. Akhir pekan kemarin, Hendro memamerkan puluhan anjing tersebut di kediamannya, di Senayan Residence, Jakarta. Puluhan anjing itu terdiri dari berbagai ras, mulai dari German Sherped, Belgia Sherped hingga Doberman.

Mereka unjuk kebolehan menghadapi situasi ancaman yang sulit terlihat oleh kasat mata. Anjing itu juga unjuk kebolehan menghadapi pencuri, perampok, pembawa bom hingga menghadapi demonstrasi massa yang dinilai dapat menimbulkan kericuhan.

Baca Juga : Setnov Hanya Sementara di Rutan Gunung Sindur

“Anjing-anjing ini bisa mencium bau mesiu, pada jarak tertentu juga mencium bau bom, kalau orang bawa bom jarak jauh juga sudah bisa menciumnya, kalau dia sudah menggigit bakal susah melepasnya, harus ada teriakan kode-kode tertentu,” kata Hendro.

Namun, dia meyakini Jakarta akan tetap kondusif setelah pengumuman hasil pemilu 22 Mei nanti. Para koordinator kelompok aksi 22 Mei memastikan tetap melanjutkan aksi pada saat penetapan hasil Pilpres oleh KPU itu.
 Selanjutnya 

RM Video