Kini Bolanya Dilempar Ke MK

Peluang Prabowo Selobang Jarum

Klik untuk perbesar
Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) serta BPN saat berkumpul di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/5). (Foto: IG@Indonesia Adil Makmur

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah berputar-putar di KPU-Bawaslu, bola panas Pilpres kini bergulir ke Mahkamah Konstitusi alias MK. Tim kuasa hukum 02 punya tugas yang super sulit karena harus bisa buktikan terjadinya kecurangan yang bisa pengaruhi perolehan suara secara signifikan.

Peluang Prabowo memenangkan gugatan hanya selobang jarum, karena selisih suara dengan Jokowi terpaut 16,9 juta atau 10 persen. Rencananya, Prabowo-Sandi akan mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres ke MK pada siang ini. Kubu 02 memang tak punya banyak waktu. Dalam undang-undang, batas pendaftaran gugatan dipatok hanya 3 hari setelah KPU mengetok rekapitulasi Pilpres. Atau akan habis hari ini pukul 24.00 WIB.

Berita Terkait : Meski Kecewa, Prabowo Tetap Hormati Putusan MK

Sehari sebelum tenggat habis, kubu Prabowo menggelar rapat konsolidasi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta. Sandiaga Uno tiba di lokasi sekitar pukul 2.15 siang. Diikuti para petinggi BPN, seperti Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. Tak lama berselang, adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo datang menyusul. Ia ditemani pengacara kawakan Otto Hasibuan yang tampil necis dengan setelan jas warna krem.

Sejam kemudian, rapat selesai. Otto Hasibuan pun tampak. Apakah ditunjuk jadi kuasa hukum 02? Otto menggeleng. Ketua Dewan Pembina Peradi ini mengaku hanya diminta nasihat oleh Prabowo sebelum mengajukan gugatan ke MK. Soal penunjukan kuasa hukum, Otto bilang kepastiannya hari ini. “Tergantung nanti, diputuskan pukul 2,” kata Otto, sambil meninggalkan wartawan.

Berita Terkait : Kubu Prabowo Salah Alamat, MK Hanya Tangani Gugatan Yang Pengaruhi Perolehan Suara


Sehari sebelumnya, Dahnil menunjuk sejumlah nama pengacara handal untuk menjadi tim kuasa hukum 02. Nama-nama tersebut memang populer. Punya pengalaman dalam menghadapi sengketa Pemilu dan perkara di MK. Mereka adalah Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Irman Putra Sidin, dan Rikrik Rizkiyana. 

Di tempat terpisah, Ketua MK Anwar Usman menyatakan pihaknya siap menyelesaikan perselisihan hasil pemilu (PHPU) 2019. Dia memastikan 9 hakim MK akan independen. “Dijamin 100 persen. Semuanya independensinya bisa dijamin. Sekali lagi, meskipun ada yang mencoba (mengganggu) Insya Allah kami tidak akan terganggu,” kata Anwar, di kantornya, kemarin. 
Untuk memastikan independensi, Anwar akan melakukan proses persidangan secara terbuka. 

Berita Terkait : Meski Dilarang Prabowo, Titiek Nekat Turun ke Jalan

“Nanti rekan-rekan media semua bisa menyaksikan persidangan mulai dari awal sampai putusan, dan itu dilaksanakan secara terbuka,” tuturnya. Ia juga memastikan akan menyelesaikan perselisihan hasil Pilpres selama 14 hari kerja.

Lalu apa yang perlu disiapkan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi? Jubir MK, Fajar Laksono mengatakan, intinya soal pembuktian. Setiap pemohon wajib membuktikan. Misalnya pemohon mendalilkan ada kecurangan dalam pemilu. Maka si pemohon sendiri yang wajib membuktikan adanya kecurangan tersebut. Bukan orang lain. 
 Selanjutnya 

RM Video