Masa Depan PAN di Koalisi 02

BPN Ngaku Ikhlas, Kubu 01 Buka Pintu

Klik untuk perbesar
Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mengusung Prabowo-Sandi tidak mau ambil pusing terkait manuver PAN akan pindah haluan. Pihaknya menghormati segala keputusan anggota partai koalisi. 

“Sejak awal kami senantiasa menghormati pilihan politik mereka, hingga saat ini pun kami tetap menghormati,” ujar Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/5).

Habiburokhman juga menyampaikan selama ini tidak pernah ada aturan yang ketat di dalam koalisi, sehingga partai boleh memilih jalannya dalam menentukan sikap. Yang paling penting saat ini fokus pada gugatan sengketa Pilpres 2019 yang akan berjalan di Mahkamah Konstitusi.

Berita Terkait : TKN Mulai Tutup Pintu Buat PAN Bergabung


“Mau koalisi dengan siapa saja ya, terserah mereka. Kalau kami masih konsentrasi menuntaskan perjuangan di MK,” tegasnya.

Pernyataan Habiburokhman ini menanggapi Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi yang mengatakan adanya kemungkinan bergabung kepada pemerintahan Jokowi. Hal ini berdasarkan dari aspi-rasi sebagian kader yang menginginkan kerja sama kembali.

“Telah ditegaskan bahwa PAN menerima hasil pilpres. Ada aspirasi dari dalam bahwa PAN sebaiknya bergabung di koalisi pemerintahan. Alasannya bukan untuk mencari roti kekuasaan dan posisi di pemerintahan. Namun pertimbangannya adalah untuk memperkuat barisan pemerintahan agar dapat berjalan dengan baik, bersih, dan berwibawa,” katanya.

Baca Juga : Maraton, Garap Sejumlah Rektor UIN Selama 2 Hari

Menanggapi hal tersebut, Sekjen NasDem Johnny G Plate mengatakan, Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Ma’ruf membuka pintu untuk PAN bila ingin bergabung. “Silakan datang dan bergabung. Biasalah, yang baru bergabung mudah-mudahan cepat menyesuaikan dengan DNA politik koalisi dan tentunya konsisten dan solid dalam sikap politik,” ujar Johnny G Plate.


Johnny menyebut konsistensi dalam politik sangat diperlukan. Dia mengatakan kepastian sikap politik akan menjadi faktor dominan. Johnny juga menyinggung soal pimpinan PAN yang terkesan ada dua, yakni Ketum Zulkifli Hasan dan sang Ketua Dewan Pengarah Amien Rais.

“Matahari kembar dalam organisasi dan kepemimpinan politik akan melemahkan leverage politik. Kepastian sikap politik akan menjadi faktor dominan,” ujarnya.

Baca Juga : Jadi Sub Holding Gas, Penyaluran Gas Bumi PGN Melonjak

Johnny mengatakan, KIK akan senang hati menyambut PAN manakala datang dengan konsistensi sikap politik itu. Seperti diketahui, Amien Rais hingga saat ini masih terus berada di sisi Prabowo-Sandi. Amien pun kerap mengkritik Jokowi selama ini.

“Kami pasti dengan senang hati ingin mendengar kontribusi apa yang bisa diberikan dan komitmen untuk merealisasikannya. Akankah kontribusi tersebut dapat memperkuat KIKdan menyukseskan program Jokowi-Ma’ruf dalam melaksanakan program, visi dan misi Indonesia Maju,” sebut Johnny. [MHS]

RM Video