RMco.id  Rakyat Merdeka - Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDI Perjuangan tak membuat nyali Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) dari jalur perseorangan ciut.

Bajo juga optimistis bisa head to head dengan Putra Presiden itu asalkan lolos verifikasi faktual perbaikan.

Ketua Tim Pemenangan Bajo, Robert Hananto menyampaikan, sebagai partai dengan perolehan kursi paling banyak di DPRD Solo, yaitu 30 kursi dari total 45 kursi, hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung calon Wali Kota Solo dalam Pilwakot Desember mendatang. 

Persoalannya, pasca PDI Perjuangan mendeklarasikan mengusung Gibran-Teguh, kini muncul rasa kekhawatiran dari masyarakat bahwa demokrasi di Kota Solo, jadi tidak bisa berjalan dengan semestinya. 

Berita Terkait : Tak Ada Yang Daftar, Petahana Semarang Lawan Kotak Kosong

Sebab, potensi munculnya satu paslon melawan kotak kosong jadi terbuka lebar. Menyikapi ini, kata Robert, pihak Bajo siap menjawab semua kekhawatiran publik tersebut. 

Bajo siap bertarung dengan pasangan Gibran-Teguh di Pilkada Kota Solo. Syaratnya, lolos terlebih dahulu di tahapan verifikasi faktual perbaikan 

“Kami siap jadi mitra tanding PDI Perjuangan. Sejarah baru di Kota Solo akan tercipta. Akan menjadi dinamika politik yang elegan, ketika independen dan parpol bersaing secara sportif,” ujarnya. 

Menurut Robert, sampai saat ini Bajo masih berjuang menyelesaikan tahapan-tahapan dari KPU Kota Solo. Salah satu yang sedang berjalan adalah tahapan verifikasi faktual perbaikan. 

Baca Juga : Airin Ajak Mantan Pasien Covid-19 Sosialisasi Protokol Kesehatan

“Harapannya, kami bisa lolos tahapan verifikasi faktual perbaikan. Sehingga pada September nanti kami bisa mendaftarkan di ri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilwalkot So lo,” tuturnya. 

Robert juga mengatakan, Bajo berasal dari kalangan wong cilik. Bagyo Wahyono merupakan warga RT 001, RW 006, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan. 

Ia merupakan seorang penjahit. Sedangkan FX Supardjo warga RT 001, RW 007, Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. 

Supardjo merupakan ketua RW 007 di Kelurahan Pajang Sementara, Ketua KPU Solo Nurul Sutarti mengatakan, berda sarkan tahapaan verifikasi fak tual KPU, pihaknya memang menemukan adanya kekurangan berkas dukungan dari pihak Bajo. 

Baca Juga : Pilkada Majene: Petahana TSM, Partai Pendukung Bakal Calonin Istrinya

Jumlahnya tidak mainmain mencapai 7.241 berkas. Atas kekurangan berkas dukungan tersebut, lanjut Nurul, pihak Bajo harus menggantinya menjadi dua kali lipat yakni 14.882 berkas dukungan di tahap ve rifikasi faktual perbaikan. 

“Bajo masih kurang 7.241 dukungan. Kemudian syaratnya harus mengganti dua kali kekurangan, jadi minimal 14.482,” katanya. 

Tahap verifikasi perbaikan, sebut Nurul, akan dilaksakan pada 25-27 Juli mendatang. Setelah itu, akan dilakukan proses verifikasi faktual admistrasi dan verifikasi faktual perbaikan mulai 8 sampai 16 Agustus. 

“Sistemnya tidak door to door lagi, namun dukungan dikumpulkan di masing-masing ka wasan,” tandasnya. [SSL]