RMco.id  Rakyat Merdeka - Program unggulan bakal pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun NH soal pelimpahan kewenangan ke tingkat Rukun Tetangga (RT) mulai tersebar luas. Program itu membuat para Ketua RT di Makassar penasaran dan ingin mendengarkan langsung dari None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

Ratusan Ketua RT berbondong-bondong datang ke Rumah Perjuangan di Jalan Mapala, sejak Senin (14/9) malam. Karena jumlahnya yang membludak, petugas di Rumah Perjuangan melakukan pengaturan agar disesuaikan dengan kapasitas ruangan. Mereka diregistrasi, kemudian dibagi berdasarkan daerah pemilihan. Pertemuan dengan para Ketua RT akan dilaksanakan hingga Jumat (18/9).

Pengaturan ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan, demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Wajib memakai masker, jaga jarak hingga pemeriksaan suhu tubuh dan wajib cuci tangan sebelum masuk ke ruangan.

Berita Terkait : Puan Maharani : DPR Dukung Penguatan Bidang Maritim

Melihat antusiasme para Ketua RT datang ke Rumah Perjuangan, None berterima kasih karena programnya mendapat apresiasi dari para Ketua RT, yang nantinya akan menjadi garda terdepan pemerintahan.

None yang berlatarbelakang birokrat senior ini menjelaskan, Ketua RT akan menjadi ujung tombak pemerintahannya jika terpilih sebagai Wali Kota Makassar. 

Menurut dia, Ketua RT akan diberikan wewenang, yang diikuti biaya pembangunan mulai Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Para Ketua RT juga akan diberikan gaji berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) sebesar Rp 3,1 juta. Tak hanya itu, Ketua RT juga akan diberi wewenang mengangkat dua staf, yang juga akan digaji sesuai UMR.

Berita Terkait : Pacu Stabilisasi Perunggasan Dengan Implementasi Pola Kemitraan

"Kenapa seperti ini? Karena tugas dan tanggung jawab mereka sebagai Ketua RT akan bertambah. Kami akan melakukan downsizing pemerintahan hingga ke tingkat RT," ujarnya, Selasa (15/9).

Pengurusan administrasi kependudukan, kata None, juga akan dilakukan di tingkat RT. Warga atau pemohon tidak perlu lagi ke Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, antre berjam-jam untuk mengurus KTP, KK, Akte Kelahiran dan Surat Kematian.

"Semuanya cukup di tingkat RT. Dan supaya lancar, kita akan bekali Ketua RT dengan sepeda listrik dan tablet," janjinya.

Berita Terkait : Mentan SYL Tinjau Kawasan Food Estate Humbang Hasundutan

None menegaskan, program ini bukan sekadar janji politik. Dia telah menghitung dan mengkaji program ini sebelum menyampaikannya ke publik.

"Kalau ada yang bilang tidak bisa, itu karena mereka tetap ingin ada di zona nyaman," pungkasnya [KAL]