RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan kepada seluruh jagoannya di Pilkada 2020 untuk disiplin protokol kesehatan. Jangan sampai, pesta demokrasi menjadi klaster penyebaran Covid-19

“Kita harus disiplin, hati-hati dan patuh pada protokol kesehatan. Sudah banyak pasangan calon (paslon) yang diberi peringatan oleh penyelenggara pemilu. Jika terbukti tidak disiplin, maka akan dijatuhkan sanksi,” ujar Doli di Jakarta, kemarin. 

Doli menyampaikan, saat ini penyelenggara pemilu sedang merumuskan aturan penegakan disiplin dan penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan. Paling berat, sanksi berupa diskualifikasi paslon dan penundaan pelantikan selama enam bulan kepada pemenang Pilkada. 

Berita Terkait : Polisi Jaring 221 Pelanggar

Doli tidak menampik, gelaran pilkada berpotensi menjadi ledakan penyebaran pandemi Covid-19. Meski begitu, pemerintah sudah memutuskan Pilkada Serentak 2020 tetap digelar. Namun, dengan mematuhi protokol kesehatan. Meski begitu, sejauh ini ledakan pandemi berupa klaster akibat tahapan pilkada tidak terjadi. 

Dia merincikan, di medio awal tahapan pencocokkan dan penelitian (Coklit) 15 Juli-13 Agustus 2020, tidak terjadi ledakan. Pun, saat pendaftaran pasangan calon 4-6 September 2020. “Kita masih harus menunggu sampai 14 hari berlalu, yang memang tinggal beberapa hari lagi dari saat ini. Jika masa itu berlalu dengan aman, artinya kita tinggal mengantisipasi tahapan berikutnya,” kata Doli. 

Tersisa tiga tahapan lagi. Pertama, tahapan Penetapan Pasangan Calon dan Pengundian Nomor Urut 23-24 September 2020. Bila tidak diantisipasi, ini adalah momentum kerumunan massa. Kedua, masa kampanye 25 September-5 Desember 2020. Terakhir, saat pemilihan di tanggal 9 Desember 2020. 

Berita Terkait : Pasangan Pelanggar Protokol Kesehatan Kudu Diumumkan

Mengenai situasi pandemi ini, Doli begitu yakin seluruh jagoan partainya patuh kepada protokol kesehatan. Pun kepada masyarakat, dia berharap tetap mengikutinya dengan penuh disiplin saat menggunakan hak suaranya. “Saya yakin paslon Golkar akan melaksanakan tahapan dengan tertib dan disiplin dalam menjalankan semua tahapan dan kampanye di Pilkada 2020 ini,” tutupnya. 

Sebelumnya, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto kembali menyuntik semangat seluruh kader tentang target kemenangan 60 persen di Pilkada Serentak 2020. Baginya, ini adalah kunci meraih sukses di Pemilu 2024. 

“Tiada kata lain bagi Partai Golkar selain meraih kemenangan sebesar-besarnya dalam pilkada ini,” kata Airlangga saat memberikan pengarahan kepada pimpinan DPD Partai Golkar seluruh Indonesia dalam persiapan Pilkada Serentak 2020 secara virtual, Senin (14/9). [BSH]